Site icon Pandangan Rakyat

Rupiah Kembali Melemah, kini Lebih dari Rp 18.000 per dollar AS

Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Mengutip Bloomberg, Kamis (9/7/2026) pukul 12.05 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,48% ke level Rp 18.101 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (8/7/2026), rupiah spot ditutup melemah 0,19% secara harian ke level Rp 18.014 per dolar AS.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen defisit fiskal.

Tercatat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I-2026 mengalami defisit sebesar Rp 196,5 triliun atau setara 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Adapun realisasi pendapatan negara sebesar Rp 1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp 1.656 triliun. Realisasi defisit tersebut meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB.

Sejumlah ekonom menilai posisi ini sudah menjadi sinyal peringatan dini atas meningkatnya tekanan terhadap APBN, terutama jika dilihat dari dinamika yang berkembang di awal tahun.

Dalam struktur APBN saat ini, pelemahan nilai tukar justru lebih cepat mendorong kenaikan belanja dibandingkan penerimaan negara.

“Kondisi ini pada akhirnya mempersempit ruang fiskal pemerintah,” ucap Ibrahim saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Selain itu, eskalasi geopolitik yang kembali meningkat antara AS dan Iran juga semakin membebani pergerakan rupiah.

Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian damai AS-Iran batal.

“Perang kembali terjadi, harga minyak mentah WTI diperkirakan akan kembali menguat di atas US$ 100 per barel,” kata Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 18.010-Rp 18.060 per dolar AS. ham

Exit mobile version