Gresik, PANDANGANRAKYAT.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan serap aspirasi yang digelar anggota MPR RI sekaligus DPR RI Dari dapil Lamongan Gresik KHILMI pada 21 Juni 2026 bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik. Dikemas dalam konsep ngobrol santai, kegiatan bertemakan “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan” menjadi ruang dialog terbuka bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai aspirasi, tantangan, hingga harapan terhadap pengembangan UMKM.

Bertempat di joglo telaga Ngipik kabupaten Gresik pertemuan tersebut, para pelaku UMKM menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses permodalan, pemasaran produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi anggota MPR RI dalam menjalankan fungsi menyerap dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kegiatan serap aspirasi seperti ini memang menjadi salah satu sarana untuk menghimpun masukan masyarakat yang nantinya dapat menjadi bahan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan publik. Dalam suasana yang cair, anggota MPR RI Khilmi mengajak para pelaku UMKM berdiskusi tanpa sekat.

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang harus terus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak, kemudahan akses pembiayaan, pelatihan, serta perluasan jaringan pemasaran.

“Melalui dialog seperti ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan pelaku UMKM. Masukan dari masyarakat akan menjadi bahan perjuangan agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Para peserta juga berharap adanya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam legalitas usaha, sertifikasi produk, hingga pemasaran digital agar produk UMKM Gresik mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Berbagai aspirasi tersebut sejalan dengan berbagai forum penyerapan aspirasi UMKM di sejumlah daerah yang banyak menyoroti kebutuhan akses modal, pelatihan, legalisasi usaha, dan perluasan pasar.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Para pelaku UMKM mengapresiasi forum yang berlangsung santai namun produktif tersebut karena memberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat.

Diharapkan, hasil dialog ini dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang semakin berpihak kepada pelaku UMKM, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gresik. ham