Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji mengajak 207 lulusan program sarjana dan magister yang diwisuda pada Tahun 2026 untuk meningkatkan daya saing dan menjadi pencipta lapangan kerja di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Jangan berpuas diri. Teruslah meningkatkan kemampuan, tetap rendah hati, hindari sikap angkuh, dan tingkatkan daya saing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Anton saat Wisuda Sarjana Angkatan LIX dan Magister Angkatan XXXIV Tahun 2026 di Graha Ubhara Surabaya, Rabu (17/6).
Anton mengatakan seluruh wisudawan yang dikukuhkan telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi nasional.
Data kelulusan mereka juga telah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sehingga memperoleh penomoran ijazah dan PIN sebagai bukti legalitas lulusan.
Ia menuturkan Ubhara Surabaya yang memasuki usia ke-44 tahun pada 2026 terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Selama 16 tahun terakhir, kampus tersebut juga konsisten menghasilkan berbagai capaian sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Anton, gelar sarjana maupun magister bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan diminta terus mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan, serta menjaga nama baik pribadi dan almamater dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce mengatakan gelar akademik yang diraih para wisudawan merupakan anugerah yang harus disyukuri sekaligus amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Saudara tidak boleh hanya menjadi pemerhati. Jadilah pemecah masalah di tengah berbagai tantangan dan krisis global,” katanya.
Menurut Pasma, situasi geopolitik global saat ini berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas sosial di Indonesia.
Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga mengajak para lulusan mendukung semangat Jogo Jatim dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Stabilitas keamanan, kata dia, menjadi modal penting untuk menciptakan iklim investasi dan mewujudkan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara.
Selain itu, Pasma berpesan agar lulusan Ubhara adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjadi benteng masyarakat dalam menangkal hoaks dan polarisasi, menjaga integritas, menjunjung supremasi hukum, serta berperan sebagai katalisator pembangunan.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Dyah Sawitri menilai wisudawan merupakan agen perubahan yang harus mampu membaca peluang baru di tengah perubahan zaman.
“Era sekarang adalah era komunikasi dan kolaborasi. Tidak ada lagi yang bisa bekerja sendiri. Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” ujarnya. ham
Ubhara Wisuda 207 Wisudawan, Minta Lulusan Terus Berkembang dan Rendah Hati
Penulis : Ilham Sugiharto

