Site icon Pandangan Rakyat

Ubinan di Lahan Demplot Madiun Tingkatkan Produktivitas Padi

Madiun, PANDANGANRAKYAT.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus meningkatkan produktivitas padi petani setempat dengan melakukan kegiatan ubinan hasil budidaya varietas Sintanur Wangi di lahan demonstrasi plot (demplot) Peceland Kota Madiun, Jawa Timur.

“Kegiatan ubinan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil budidaya sekaligus menguji kesesuaian varietas padi Sintanur Wangi di Kota Madiun,” ujar Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir dalam keterangannya di Madiun, Senin (6/7).

Adapun, hasil ubinan pada petak 2,5 meter x 2,5 meter tersebut menghasilkan gabah sebanyak 5,7 kilogram, atau setara dengan estimasi produksi 9 ton per hektare.

“Capaian itu istimewa karena berhasil melampaui potensi deskripsi resmi varietas yang biasanya hanya berkisar 6–7 ton per hektare,” katanya.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh penerapan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Yakni, penanaman dilakukan menggunakan mesin rice transplanter, sedangkan pemupukan memanfaatkan Phonska Plus 50 kilogram, Urea 20 kilogram, serta dua kali penyemprotan KNO3 pada fase generatif untuk mengoptimalkan pengisian bulir. Budidaya di demplot tersebut juga sama sekali tidak menggunakan aplikasi pestisida kimia.

Padi varietas Sintanur Wangi sendiri menjadi pilihan unggulan karena menghasilkan beras beraroma harum dengan nilai jual tinggi. Selain berbatang kokoh dan tahan rebah, daun benderanya yang tegak dapat menyembunyikan malai padi dari serbuan burung.

Melalui demplot ubinan, DKPP Kota Madiun berharap teknik budidaya modern dan ramah lingkungan tersebut dapat menjadi referensi bagi petani setempat untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketahanan pangan Kota Madiun di tengah tantangan lahan sawah yang terbatas.

Data DKPP setempat mencatat luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini sekitar 870 hektare. Luas sawah tersebut mengalami pengurangan akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan kawasan perkotaan. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi fokus utama pemerintah daerah setempat di tengah keterbatasan lahan yang tersedia. ham

Exit mobile version