Kediri – PANDANGANRAKYAT.COM – Menjelang pelaksanaan penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU), muncul aspirasi dari kalangan warga Nahdliyin di Kediri agar seluruh rangkaian kegiatan, termasuk penutupan, dipusatkan di Kediri.
Salah satu warga Nahdliyin asli Kediri, Lutfi Khoirudin, menilai tidak ada alasan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengkhawatirkan berbagai mitos yang selama ini berkembang di masyarakat terkait Kediri.
Menurutnya, Kediri justru memiliki banyak situs sejarah dan religius yang menjadi bagian penting dari khazanah Islam Nusantara. Salah satunya adalah makam Mbah Wasil yang berada di kawasan Setono Gedong, Jalan Dhoho, Kota Kediri.
“Kalau memang Presiden berkesempatan hadir dalam rangkaian Munas dan Konbes NU, tidak perlu khawatir dengan berbagai mitos yang berkembang. Kediri memiliki banyak nilai sejarah dan spiritual yang justru layak dikunjungi,” ujar Lutfi.
Belakangan, kehadiran Presiden pada rangkaian Munas-Konbes NU menjadi perbincangan publik setelah beredar informasi bahwa kepala negara dijadwalkan menghadiri acara penutupan, sementara pembukaan berlangsung di Kediri. Di media sosial, sebagian warganet mengaitkan hal tersebut dengan kepercayaan lama yang dikenal sebagai “Mitos Kediri”. Namun hingga kini tidak ada dasar maupun keterangan resmi yang menghubungkan jadwal kehadiran Presiden dengan mitos tersebut.
Sementara itu, panitia Munas-Konbes NU sebelumnya menetapkan pembukaan kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan forum nasional tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran PBNU dan perwakilan PWNU dari berbagai daerah di Indonesia.
Lutfi berharap Kediri tidak hanya menjadi tuan rumah pembukaan, tetapi juga penutupan acara. Menurutnya, hal itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun promosi potensi daerah.
“Munas dan Konbes NU merupakan momentum besar. Kehadiran peserta dari seluruh Indonesia tentu membawa manfaat bagi masyarakat Kediri. Karena itu, akan lebih baik jika seluruh rangkaian kegiatan bisa dilaksanakan di Kediri,” katanya.
Pelaksanaan Munas dan Konbes NU sendiri dinilai membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung selama acara berlangsung.
Hingga saat ini, panitia dan PBNU terus mematangkan seluruh rangkaian agenda Munas-Konbes NU sebagai bagian dari persiapan menuju muktamar organisasi dan pembahasan berbagai isu keagamaan serta kebangsaan

