Magetan, PANDANGANRAKYAT.COM – Perum Bulog Cabang Ponorogo menyalurkan sebanyak 43.440 liter Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan dan Ponorogo, Jawa Timur guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus kestabilan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pimpinan Cabang Bulog Budiawan Susanto mengatakan distribusi minyak goreng kemasan bersubsidi atau Minyakita tersebut dilakukan dua kali dalam sepekan di delapan pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Magetan dan Ponorogo.
“Dengan adanya droping dua kali seminggu, harapan kami masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai HET karena ketersediaan mencukupi,” ujar Budiawan saat melakukan penyaluran di pasar tradisional Magetan.
Adapun delapan pasar tradisional yang menjadi sasaran antara lain, Pasar Legi, Pasar Sawoo, dan Pasar Pulung di Kabupaten Ponorogo, serta lima pasar tradisional di Kabupaten Magetan yakni Pasar Sayur, Pasar Gorang Gareng, Pasar Plaosan, Pasar Mangge, dan Pasar Parang.
Dari penyaluran 43.440 liter Minyakita per pekan tersebut, sebanyak 20.640 liter disalurkan ke Ponorogo dan 22.800 liter ke wilayah Magetan.
Menurutnya total ada 132 pedagang yang menjadi mitra Bulog di delapan pasar tersebut. Rinciannya 49 pedagang di pasar wilayah Ponorogo dan 83 pedagang di wilayah Magetan.
Untuk mencegah pedagang menjual Minyakita di atas HET, maka setiap toko mitra Bulog ditempel stiker harga Minyakita seharga Rp15.700 per liter.
“Jika ada pedagang menjual di atas HET bisa dicopot dari mitra Bulog,” katanya.
Ia menambahkan penyaluran Minyakita tersebut merupakan penugasan pemerintah kepada Bulog yang difokuskan untuk pasar rakyat atau pasar tradisional yang menjadi sasaran program Kementerian Perdagangan.
Sesuai data, sejak Januari hingga Juni 2026, Bulog Kantor Cabang Ponorogo telah menyalurkan Minyakita sebanyak 404.801 liter di wilayah kerjanya. ham

