LAMONGAN — Pengusaha asal Lamongan, Novianto, menilai kawasan Babat memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat kawasan industri baru di Kabupaten Lamongan. Menurutnya, posisi strategis Babat dapat menjadi magnet investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Lamongan.
Dalam pandangannya, Babat memiliki sejumlah keunggulan yang layak dipertimbangkan pemerintah maupun investor. Selain berada di jalur penghubung antardaerah, kawasan tersebut juga didukung aktivitas perdagangan dan distribusi yang cukup hidup sejak lama.
“Babat sangat cocok menjadi kawasan industri karena letaknya strategis dan akses distribusinya bagus. Tinggal bagaimana pemerintah mampu menyiapkan infrastruktur dan regulasi yang mendukung,” ujar Novianto, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai pembangunan kawasan industri tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal. Dengan pertumbuhan industri yang terarah, Babat dinilai dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Lamongan.
Novianto juga menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi. Mulai dari perbaikan akses jalan, penyediaan utilitas, hingga kemudahan perizinan menjadi faktor penting agar investor tertarik masuk ke kawasan tersebut.
Selain itu, ia berharap pengembangan industri di Babat tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Menurutnya, pembangunan yang baik harus mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kualitas hidup warga.
“Kalau dikelola dengan perencanaan matang, Babat bisa menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur,” tambahnya.
Pengembangan kawasan industri di Lamongan sendiri dinilai menjadi peluang besar di tengah meningkatnya kebutuhan ekspansi sektor manufaktur dan logistik di Jawa Timur. Dengan posisi geografis yang cukup strategis, Babat dianggap memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat dibanding sejumlah wilayah lain di kawasan pantura selatan

