JOMBANG – PANDANGANRAKYAT.COM – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, tokoh muda Nahdliyin asal Jombang, Abdul Hanan Majdi atau yang akrab disapa Gus Hanan, mengajak seluruh warga NU untuk mengedepankan ikhtiar spiritual atau “jalur langit” dalam menyongsong forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.
Menurut Gus Hanan, Muktamar bukan sekadar agenda memilih kepemimpinan baru, melainkan momentum memperkuat persatuan, menjaga marwah jam’iyah, serta melanjutkan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama. Karena itu, seluruh proses menuju muktamar sebaiknya dibarengi dengan doa, istighatsah, munajat, dan tawakal kepada Allah SWT.
Ia menilai bahwa setiap kader dan warga Nahdliyin memiliki hak untuk memberikan dukungan kepada siapa pun yang dianggap layak memimpin. Namun, perbedaan pilihan tidak boleh mengikis ukhuwah maupun mengganggu soliditas organisasi.
“Bagi warga NU, ikhtiar lahir harus berjalan seiring dengan ikhtiar batin. Jalur langit menjadi fondasi agar setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar membawa keberkahan bagi jam’iyah dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
ia juga mengukapkan, keputusan besar dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tradisi tersebut menjadi bagian dari karakter perjuangan Nahdlatul Ulama yang mengedepankan adab, musyawarah, dan kebijaksanaan.
Gus Hanan berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan suasana yang teduh, penuh kekeluargaan, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi. Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk memperbanyak doa demi kelancaran seluruh rangkaian muktamar.
“Mari kita jaga persatuan, saling menghormati perbedaan, dan memperbanyak doa. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, semoga menjadi pemimpin terbaik yang mampu membawa NU semakin kuat, mandiri, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

