Madiun, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Madiun, Jawa Timur, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh aparatur sipil negara dan masyarakat setempat lewat ajang Lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) Kabupaten Madiun Tahun 2026.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penyelenggaraan Inotek 2026 ini bertujuan untuk memotivasi serta memfasilitasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para inovator di era digital agar mampu menciptakan teknologi solutif.

“Seluruh karya pemenang Inotek 2026 selanjutnya akan melewati kajian hingga hak paten, karena aspek keamanan dan legalitas tetap menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Hari Wuryanto dalam kegiatan Penganugerahan Lomba Inotek Kabupaten Madiun Tahun 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban Madiun, Kamis (16/7).

Ajang tersebut melahirkan berbagai terobosan digital yang fokus pada efisiensi pelayanan publik, mulai dari sistem pembayaran pajak digital (e-tax), manajemen sampah, hingga teknologi kesehatan yang mampu mendeteksi dini penyakit TBC hanya melalui analisis suara batuk.

Melalui inovasi digital tersebut, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, transparan, sekaligus mampu menjawab berbagai permasalahan nyata di daerah serta mendongkrak indeks daerah.

Momentum penganugerahan ini juga menjadi wadah apresiasi untuk memacu kreativitas berkelanjutan dan menegaskan kehadiran pemerintah dalam mendukung sektor pendidikan melalui penyediaan program beasiswa bagi keluarga yang membutuhkan.

Pemkab Madiun menjadwalkan proses evaluasi ketat dalam tiga bulan ke depan, dan jika seluruh sistem dinyatakan siap setelah penandatanganan implementasi bersama jajaran OPD terkait, inovasi tersebut baru akan diluncurkan secara massal untuk melayani masyarakat luas.

Pada puncak acara, diumumkan para pemenang dari berbagai kategori yang berhasil membawa pulang penghargaan dan dana pembinaan. Pada Kategori I Inovasi Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa meraih Juara I lewat inovasi “Transaksi Non Tunai dalam Tata Kelola Keuangan Desa menggunakan CMS-Siskeudes”, disusul Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di posisi kedua dengan “Si Lebah Edu: Sistem Learning Dan Bantuan Holistik Education”, serta Dinas Kesehatan di peringkat ketiga melalui platform “EMASSA: Edukasi Emergensi Masuk Masyarakat”.

Sementara itu, Kategori II Berbasis Website/Mobile Apps/Android dimenangkan oleh Mahdaviqia Dharmawan dengan inovasi “Pendekar Sawah”, sedangkan Kategori III Bidang Agribisnis, Energi Baru Terbarukan, Sosial Budaya dan Kependudukan dijuarai oleh Ahmad Latiful Ansor dan Angga Lestiana Putra lewat sistem pengelolaan sampah “V-CIRCULAR 29”.

Pada Kategori IV kelompok pelajar, Julia Nabila Karim dan Fatimah sukses memperoleh juara melalui karya kuliner lokal inovatif bertajuk “Pembuatan mocaco cookies”. ham