Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) permanen di wilayah setempat untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.

“Semula yang rintisan itu hanya SMP dan SMA saja. SRT di rintisan, baru ada di Ponorogo dan Banyuwangi. Tapi SR yang permanen rencananya 18 SRT dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari penguatan kualitas SDM di Indonesia, khususnya kategori Desil 1 dan Desil 2 ,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu (22/7).

Khofifah mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

“SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu desil 1 dan 2 . Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga, masyarakat bangsa dan negara, sehingga cita-cita yang mereka susun tercapai semuanya,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu SRT permanen dibangun di Kabupaten Sampang dengan konsep pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) dalam satu kawasan.

“Kategori SRT mulai SD, SMP dan SMA ternyata area terluas se-Indonesia, total 12 hektare. Jadi, Kabupaten Sampang luar biasa, bisa menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk Sekolah Rakyat Terpadu,” katanya.

SRT Sampang dilengkapi asrama, ruang belajar, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, serta sarana olahraga. Pembangunannya ditargetkan rampung sebelum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang akan menampung 224 peserta didik. Rekrutmen dilakukan bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan relawan sosial agar menyasar keluarga Desil 1 dan Desil 2. ham