Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Timnas Inggris menang dramatis atas timnas Meksiko pada duel sengit babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 Meksiko vs Inggris bergulir di Stadion Azteca pada Senin (6/7/2026) pukul 08.00 WIB.

Pertandingan tertunda satu jam akibat hujan deras dan petir di sekitar stadion ikonik Spanyol tersebut.

Gol-gol pada babak pertama datang lewat Jude Bellingham yang membawa The Three Lions unggul 2-0 pada menit ke-36 dan ke-38.

Ini adalah gol-gol pertama yang menembus gawang Meksiko di Piala Dunia 2026.

Jude Bellingham menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol di Azteca sejak Diego Maradona pada 1986.

Julian Quinones memangkas ketertinggalan jadi 1-2 pada menit ke-42.

Babak kedua berlangsung dramatis dengan terciptanya dua gol tambahan dari titip putih yang dicetak Harry Kane untuk membuat skor jadi 3-1 bagi Inggris dan Raul Jimenez memperkecil skor jadi 3-2.

Inggris juga harus bermain 10 personel setelah Jarrell Quansah mendapat kartu merah langsung pada menit ke-54. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang dikartu merah di Piala Dunia sejak Wayne Rooney pada 2006.

Ini hanyalah kekalahan ketiga Meksiko di Stadion Azteca sepanjang sejarah mereka.

Kesempatan perdana laga datang dari tandukan Raul Jimenez sembari menerbangkan dirinya menyambut umpan silang akurat Roberto Alvarado dari sisi kanan.

Bola meluncur deras ke pojok gawang Inggris dan sempat memantul di tanah tetapi Jordan Pickford melakukan penyelematan refleks menawan.

Gol pertama tercipta pada menit ke-36.

Jude Bellingham mematahkan rentetan clean sheet Meksiko dan mengejutkan Azteca.

Build up cepat Inggris dan umpan silang akurat Bukayo Saka diselesaikan Bellingham yang lolos dari penjagaan di tiang kedua.

Skor menjadi 2-0 hanya 99 detik kemudian.

Meksiko kehilangan bola dari kick off mereka sendiri dan kegigihan Anthony Gordon memberi bola kepada Harry Kane dalam posisi tak terjaga di kanan.

Kane melakukan penetrasi dan memberikan umpan tarik kepada Bellingham di sektor tengah.

Akan tetapi, sang tuan rumah memangkas ketertinggalan jadi 1-2 dan memberikan harapan bagi fans mereka pada menit ke-42.

Tendangan bebas Alvarado dari sisi kiri penyerangan hanya setengah disapu oleh Ezri Konsa dan bola disambar Julian Quinones dengan tembakan voli tegas ke belakang gawang Pickford.

Raul Jimenez hampir menyamakan kedudukan lewat tembakan voli kaki kirinya memasuki injury time babak pertama tetapi bola masih melebar.

Jimenez kembali melihat upayanya diselamatkan Pickford kali ini lewat lompatan akrobatik dari sundulan melambung.

Timnas Inggris hampir memimpin 3-1 kalau bukan karena tiang gawang yang masih menghalau tembakan voli Nico O’Reilly yang mengenai kaki Bellingham.

Titik panas laga lalu datang saat Jarrell Quansah melompat dua kaki saat memperebutkan bola dan mengenai tulang kering Gallardo. Bangku cadangan Meksiko bereaksi keras terhadap insiden tersebut.

Wasit Alireza Faghani melihat VAR dan langsung memutuskan bahwa itu adalah pelanggaran dan kartu merah langsung.

Momen dramatis laga kemudian datang lagi saat Gordon melaju satu lawan satu dengan kiper Angel Rangel dan memaksa kiper Meksiko tersebut untuk menjatuhkannya pada menit ke-58.

Harry Kane maju dan melepas tembakan deras ke arah kirinya yang tak bisa dihentikan oleh sang kiper walau ia menebak arah dengan benar.

Hanya berselang tujuh menit, wasit kemudian melihat monitor VAR lagi untuk mengecek kemungkinan penalti kali ini bagi tuan rumah.

Harry Kane tampak menendang achilles Brian Gutierrez saat hendak membuang bola di kotak terlarang.

Penalti pun diberikan usai Faghani mengecek monitor. Raul Jimenez maju dan membuat Azteca bergelora dengan golnya.

Meksiko berupaya terus menyerang pertahanan Inggris. 

Three Lions bertahan sekuat tenaga mereka dan menambal hingga lima pemain di garis pertahanan.

Bellingham menerima kartu kuning setelah berargumen dengan wasit.

Itu menjadi momen krusial karena artinya sang pemain bakal absen dari semifinal. ham