Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – China membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa negaranya mengintervensi Pilpres AS 2020. Saat itu Trump dikalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.
“Tuduhan AS tidak memiliki dasar faktual dan bertujuan untuk menjelekkan China,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Lin Jian, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (18/7/2026).
Lin melanjutkan, ini bukan kali pertama Trump menuduh China ikut campur Pilpres AS. Tuduhan sebelumnya juga tak terbukti.
“China memegang prinsip tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain. China tidak memiliki kepentingan untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS dan tidak pernah melakukannya,” katanya.
Lin lalu menyindir AS dengan pertanyaan, “Siapa yang sengaja mencampuri urusan dalam negeri negara lain, melakukan pengawasan tanpa pandang bulu terhadap pemerintah, bisnis, serta masyarakat umum di seluruh dunia dalam jangka waktu lama, serta membahayakan data warga asing dalam skala besar?”
Trump menuduh China memperoleh 220 juta berkas pemilih AS seraya menyebutnya sebagai skandal data pemilihan terbesar dalam sejarah.Dia mengaku telah mendapat data dari badan intelijen CIA dan NSA. Data tersebut kini telah dideklasifikasi sehingga tertbuka untuk umum.
Mengutip laporan CIA, Trump mengatakan pada pertengahan 2018, selama masa jabatan pertamanya, kebijakan Partai Komunis China adalah “memanfaatkan semua elemen dalam negeri dan asing” yang menentang dirinya. Tujuannya adalah mengurangi jumlah suara Pilpres 2020, membuatnya mengundurkan diri, atau mencegah terpilih kembali sebagai presiden. ham

