Surabaya – PANDANGANRAKYAT.COM – Rencana pelaksanaan Wisuda ke-115 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang dikabarkan terancam mengalami penundaan menuai keluhan dari para calon wisudawan. Pasalnya, banyak peserta yang telah mengeluarkan biaya untuk mempersiapkan momen kelulusan tersebut.

Sejumlah wisudawan mengaku telah memesan tiket transportasi, hotel atau penginapan, hingga berbagai kebutuhan lainnya jauh hari sebelum jadwal wisuda. Jika agenda tersebut benar-benar ditunda, mereka khawatir harus menanggung kerugian finansial karena sebagian biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat dikembalikan.

“Sudah banyak yang booking tiket kereta, pesawat, hotel, bahkan keluarga dari luar kota juga sudah mengatur jadwal cuti untuk hadir. Kalau ditunda mendadak tentu sangat merugikan,” ujar salah seorang calon wisudawan.

Tak hanya persoalan biaya perjalanan dan akomodasi, beberapa mahasiswa juga telah menyewa jasa dokumentasi, membeli pakaian wisuda, hingga mencetak berbagai kebutuhan untuk perayaan kelulusan bersama keluarga. Seluruh persiapan tersebut dilakukan berdasarkan jadwal wisuda yang telah diumumkan sebelumnya. Kalender akademik UINSA memang telah menetapkan jadwal pelaksanaan Wisuda ke-115 sebagai bagian dari agenda akademik universitas.

Para calon wisudawan berharap pihak kampus segera memberikan kepastian mengenai pelaksanaan wisuda. Mereka menilai kejelasan informasi sangat penting agar mahasiswa dan keluarga dapat mengambil keputusan terkait pembatalan maupun penjadwalan ulang perjalanan.

Selain berdampak pada mahasiswa, penundaan juga dinilai akan memengaruhi keluarga wisudawan yang datang dari berbagai daerah. Tidak sedikit orang tua yang telah memesan tiket perjalanan dan penginapan serta mengajukan cuti kerja demi menghadiri prosesi kelulusan anak mereka.

Hingga saat ini, para wisudawan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak UIN Sunan Ampel Surabaya terkait kepastian jadwal Wisuda ke-115. Mereka berharap apabila memang terjadi perubahan jadwal, pengumuman dapat disampaikan secepat mungkin agar kerugian yang dialami mahasiswa tidak semakin besar.