Probolinggo, PANDANGANRAKYAT.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Probolinggo, Jawa Timur akan terus digelar di beberapa titik hingga harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional kota setempat kembali stabil.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Lapangan Wonoasih, Selasa (14/7).

“Gerakan Pangan Murah akan terus digelar sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat,” kata Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati.

Menurutnya, GPM merupakan salah satu upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, sehingga pihaknya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan Gerakan Pangan Murah akan terus disesuaikan dengan perkembangan harga di pasar agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat tanpa mengganggu keberlangsungan usaha para pedagang.

“Jika harga sudah stabil, tentu intensitas GPM akan dikurangi. Kami ingin menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat, pedagang, dan iklim investasi sehingga seluruh pihak sama-sama mendapatkan manfaat,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak stan dibuka pukul 07.30 WIB. Warga rela mengantre untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kegiatan GPM tersebut mendapat respon dari salah seorang warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Susilowati (43) yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga kebutuhan pokok lebih murah sehingga pengeluaran belanja keluarga bisa dihemat dan sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000 per kemasan, gula pasir lokal Rp15.000 per kilogram, telur ayam broiler Rp22.000 per kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter Rp15.500.

Sedangkan harga di pasar tradisional tercatat harga beras medium kisaran Rp58 ribu hingga Rp60 ribu kemasan 5 kg, gula pasir Rp17 ribu per kg dan minyak goreng curah Rp20 ribu per kg, dan telur ayam Rp24 ribu per kg.

Pada pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyiapkan stok beras SPHP sebanyak 800 kilogram atau 160 kemasan ukuran 5 kilogram, 720 liter minyak, serta 250 kilogram gula lokal hasil kerja sama dengan Pabrik Gula Wonolangan.

Sebagian besar komoditas berasal dari hasil produksi lokal, dengan tiga kebutuhan utama yang paling diminati masyarakat di Kota Probolinggo yakni beras, gula, dan minyak goreng. ham