Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Dua wakil DPR RI yakni Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menemui massa mahasiswa yang melakukan aksi demo di depan kompleks parlemen Jakarta pada Jumar (19/6) malam.
Di kesemapatan itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengklaim bahwa anggaran program makan bergizi gratis (MBG) pada 2027 mendatang berpotensi lebih hemat Rp 70 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala BGN, Bu Nanik, dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tata kelola MBG ini sekitar 70 triliunan,” ujar Saan
Hal tersebut diketahui setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryanti Deyang, untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa.
Menurut Saan, penghemat tersebut terjadi setelah pimpinan BGN yang baru mengevaluasi tata kelola MBG, dan memangkas alokasi anggaran tak penting dalam pelaksanaan program.
“Dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan lain sebagainya,” ungkap Saan.
Selain MBG, lanjut Saan, mahasiswa juga menyampaikan keluhan terkait kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah. Menurut Saan, Dasco juga langsung berkomunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Komunikasi itu juga didengar langsung oleh para mahasiswa yang mengikuti audiensi.
“Yang terkait dengan soal tadi tuntutan pertama BBM, terutama kenaikan Pertamax, terus juga terkait dengan soal BBM bersubsidi yang langka. Tadi Pak Dasco sudah juga komunikasi dengan Menteri ESDM, didengar langsung juga dengan teman-teman dari mahasiswa, dan Menteri ESDM berjanji akan memenuhi kebutuhan BBM subsidi yang langka hasil temuan dari rekan-rekan mahasiswa itu dalam waktu yang singkat ini,” kata Saan.
Saan menambahkan, meskipun menyampaikan berbagai tuntutan dan kritik kepada pemerintah, mahasiswa yang hadir dalam audiensi tetap menekankan pentingnya menjaga kondisi nasional tetap stabil.
“Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berdampak terhadap banyak faktor, dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa,” pungkas Saan. ham

