Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan traktor perahu listrik untuk mendukung mekanisasi pertanian di lahan gambut yang selama ini sulit dijangkau alat konvensional sekaligus meningkatkan produktivitas dengan teknologi rendah emisi.
“Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan taktis pertanian ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam,” ujar Rektor ITS Prof Bambang Pramujati saat uji coba traktor perahu listrik di area lahan gambut Kampus ITS, Surabaya, Selasa (14/7).
Bambang mengatakan inovasi yang dikembangkan melalui Science Techno Park (STP) Otomotif ITS tersebut telah menarik perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) karena menawarkan solusi mekanisasi bagi lahan gambut yang memiliki daya dukung rendah sehingga kurang sesuai untuk traktor konvensional.
Ketua tim peneliti Prof Bambang Sudarmanta menjelaskan penggunaan motor listrik pada traktor itu mampu memangkas biaya operasional dibandingkan traktor berbahan bakar fosil sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan melalui emisi karbon yang lebih rendah.
“Selain itu juga, sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi,” tutur Manajer STP Otomotif ITS tersebut.
Menurut dia, pengembangan traktor menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi sehingga mampu beroperasi di lahan basah tanpa mudah tenggelam.
Traktor dirancang dengan fokus pada torsi tinggi untuk membajak sawah, bukan mengejar kecepatan.
Secara teknis, traktor menggunakan motor listrik berdaya 10 kilowatt (kW), dilengkapi sistem tampilan elektronik untuk memantau kondisi baterai, pengontrol suhu, dan tegangan baterai secara real-time.
“Keunggulan lainnya ialah respon torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” kata pakar teknik pembakaran dan bahan bakar tersebut.
Traktor bekerja pada tegangan sekitar 72 volt dengan arus 32 ampere dan kapasitas baterai 140 ampere-hour (Ah), sehingga mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam dalam kondisi baterai penuh.
“Jadi, berdasarkan hasil uji coba, secara matematis traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas 1 hektare,” paparnya.
Bambang menjelaskan simulasi dilakukan pada lahan seluas satu hektare dengan dimensi 100 x 100 meter menggunakan bajak selebar 1,8 meter. Traktor memerlukan 56 lintasan dengan total jarak tempuh sekitar 5,6 kilometer untuk menyelesaikan pembajakan.
Ia menambahkan tim masih menyempurnakan pengembangan traktor setelah menemukan kendala panas berlebih saat uji coba di sawah. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem pendingin ditambahkan sebagai komponen baru.
Menurut ITS, inovasi tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan kedua tentang tanpa kelaparan, tujuan ketujuh mengenai energi bersih dan terjangkau, serta tujuan kesembilan tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. ham
ITS Ciptakan Inovasi Dukung Mekanisasi Pertanian di Lahan Gambut
Penulis : Ilham Sugiharto

