Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (9/7), mendesak penghentian segera permusuhan di wilayah Teluk, menyusul serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Ditanya tentang reaksi Sekretaris Jenderal Antonio Guterres terhadap eskalasi tersebut, Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers, “Aksi saling balas ini harus dihentikan.”
“Kembali ke diplomasi sangat dibutuhkan demi stabilitas di kawasan ini, demi stabilitas global,” katanya, menambahkan bahwa “semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan kembali ke meja perundingan.”
Pernyataan tersebut disampaikan satu hari setelah PBB mengeluarkan pernyataan atas nama Guterres yang mendorong semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan eskalasi lebih lanjut.
Mengenai peran PBB ke depan, Dujarric mengatakan, “Sekretaris Jenderal selalu mengatakan bahwa dia siap membantu dengan cara apa pun yang kami bisa.”
Dia mencatat bahwa Utusan Pribadi Guterres untuk krisis tersebut, Jean Arnault, “terus berhubungan dengan pihak-pihak terkait,” sementara Organisasi Maritim Internasional (IMO) “memainkan peran penting dalam isu-isu maritim di Selat Hormuz.”
Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania pada Kamis sebagai balasan atas serangan AS terhadap target Iran yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal pekan ini. ham

