Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berencana mengumumkan hari libur nasional tambahan jika Inggris menjuarai Piala Dunia 2026. Libur nasional ini disiapkan untuk merayakan keberhasilan tim nasional putra membawa pulang trofi sepak bola tertinggi tersebut.
Dilansir The Guardian, Jumat (10/7/2026), Keir Starmer belum mengumumkan tanggal pastinya. Ia menyatakan tidak ingin mendahului nasib atau mengganggu perjuangan Inggris dalam meraih trofi bergengsi tersebut untuk pertama kalinya sejak 1966. Namun, hari libur tersebut kemungkinan besar akan jatuh pada hari Jumat, 24 Juli.
Tanggal tersebut akan memberikan waktu bagi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk kembali dari laga final-yang akan dimainkan pada Minggu, 19 Juli di New Jersey-dan memberikan waktu bagi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) selama beberapa hari untuk mempersiapkan parade bus atap terbuka melalui pusat kota London.
Saat Inggris bersiap menghadapi pertandingan perempat final melawan Norwegia di Miami pada 12 Juli 2026, peluang mereka untuk mencapai final dinilai semakin besar. Jika berhasil mengalahkan Norwegia, Inggris kemungkinan akan menghadapi Argentina di semifinal. Di sisi lain, Prancis tetap menjadi tim yang paling difavoritkan untuk menjuarai turnamen ini.
Starmer dilaporkan tidak akan lagi menjabat pada saat perayaan tersebut berlangsung. Penggantinya nanti, Andy Burnham, yang akan menyambut kapten Harry Kane dan rekan-rekan setimnya di Downing Street No. 10 untuk merayakan momen bersejarah tersebut.
“Mengenai hari libur nasional, saya rasa saya tidak ingin takabur atau menganggapnya sebagai pertanda buruk. Namun, tanyakan lagi kepada saya jika kita berhasil lolos ke final,” ujar Starmer.
Sumber internal Downing Street mengindikasikan bahwa Starmer memang akan mengumumkan hari libur nasional jika Inggris keluar sebagai juara.
Starmer juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak permintaan agar dirinya menghubungi FIFA-seperti yang dilakukan Donald Trump untuk tim AS-untuk membatalkan kartu merah yang diberikan kepada bek Jarell Quansah dalam pertandingan melawan Meksiko. Namun, ia menegaskan menolak untuk melakukannya.
Meski demikian, Starmer sempat melakukan intervensi melalui jalur diplomatik untuk menentang rencana FIFA memajukan jadwal pertandingan Inggris melawan Meksiko. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa perubahan tersebut akan memberikan keuntungan yang tidak adil bagi tim tuan rumah. Pada akhirnya, pertandingan tetap berlangsung sesuai dengan waktu yang direncanakan. ham

