Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Kekeringan mulai melanda sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Kini sudah ada 14 kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga tanggap darurat.

Ke-14 Kabupaten itu yakni Mojokerto, Situbondo, Lamongan, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Bangkalan, dan Sampang.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut dari total 14 kabupaten yang menetapkan darurat kekeringan, sudah ada tiga daerah yang statusnya kini menjadi tanggap darurat kekeringan.

“Tanggap darurat kekeringan itu sudah masuk fase yang perlu penanganan. Dari total 14 kabupaten yang menetapkan status siaga darurat kekeringan, ada tiga yang statusnya kini tanggap darurat yakni di Situbondo, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang,” kata Gatot di Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Gatot mengatakan di Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo saat ini tengah dilakukan proses dropping air bersih untuk titik-titik yang terdampak.

Selain itu, dropping air bersih juga dilakukan di Bondowoso, Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Bangkalan, Jember, dan Tulungagung.

“Untuk sementara dropping dilakukan dari APBD kabupaten masing-masing, ataupun dari CSR swasta. Minggu ini sudah ada pengajuan ke BPBD Jatim untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan,” terangnya.

Gatot menambahkan pihaknya telah menyediakan 867 rit air bersih dengan rincian masing-masing rit berisi 5.000 Liter air bersih.

“Kami siap mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Silakan melakukan pengajuan ke BPBD Jatim, kami akan cepat tanggap merespons dan mengirim bantuan,” tandasnya. ham