Kenaikan harga cabai merah besar hingga 15 persen dan tren naik beras medium menjadi perhatian pemerintah daerah menjelang meningkatnya permintaan pasar.
pandanganrakyat.com – Memasuki pertengahan Maret 2026, pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional di Jawa Timur menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Beberapa komoditas utama tercatat mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok, terutama cabai merah besar dan beras medium yang menjadi bahan pokok konsumsi masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan data pemantauan harga per Minggu (15/3/2026), cabai merah besar menjadi komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi dalam sepekan terakhir. Di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas tersebut dilaporkan naik hingga sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya, sehingga menarik perhatian para pedagang maupun konsumen.
Selain cabai merah besar, komoditas beras medium juga menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Peningkatan harga beras ini diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang periode hari besar keagamaan, yang biasanya memicu peningkatan konsumsi rumah tangga di berbagai daerah.
Sejumlah pihak yang memantau perkembangan harga bahan pokok menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai merah besar tidak terlepas dari faktor cuaca yang memengaruhi sentra produksi di beberapa wilayah. Kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat proses panen tidak optimal sehingga pasokan ke pasar menjadi berkurang.
Sementara itu, kenaikan harga beras medium disebut lebih dipengaruhi oleh penyesuaian stok di tingkat distributor. Beberapa distributor dilaporkan melakukan pengaturan distribusi untuk menjaga ketersediaan stok menjelang meningkatnya permintaan pasar dalam beberapa pekan ke depan.
Jika dirinci lebih lanjut, sejumlah komoditas utama di Jawa Timur menunjukkan kondisi harga yang beragam. Cabai merah besar mengalami kenaikan sekitar 15 persen dari harga sebelumnya, sementara beras medium tercatat naik tipis dan di beberapa titik bahkan berada sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk komoditas lain seperti cabai rawit, harga masih terpantau fluktuatif namun cenderung stabil di level tinggi. Adapun harga minyak goreng dan gula relatif tidak mengalami perubahan signifikan meskipun permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang momen hari besar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui sistem pemantauan harga terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern. Pemantauan tersebut dilakukan melalui sistem informasi harga bahan pokok yang dikelola pemerintah daerah.
Melalui sistem Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), pemerintah daerah dapat memantau ketersediaan serta perkembangan harga berbagai komoditas secara berkala di berbagai wilayah di Jawa Timur.
Selain melakukan pemantauan, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif apabila tren kenaikan harga terus berlanjut hingga akhir bulan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ikuti Kami