Malang, PANDANGANRAKYAT.COM – Harga daging ayam dan telur di Malang perlahan mulai melonjak.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang melakukan pengecekan pasokan serta harga telur dan daging ayam ras, Kamis (9/7/2026) pukul 10.15 WIB. 

Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Tim yang terdiri dari Polres Malang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan mengecek dengan cara bertanya kepada sejumlah pedagang soal harga terkini. Hasilnya tidak ditemukan adanya kelonjakan harga yang signifikan serta kelangkaan stok.

“Kami dari Tim Satgas Pangan Polres Malang bersama dinas terkait melakukan pengecekan harga telur ayam dan daging ayam, terutama ketersediannya, apakah terjadi kelangkaan atau tidak. Hasil pengecekan hari ini harganya stabil,” kata Anggota Tim Satgas Pangan Polres Malang, Iptu Andreas Surya Wiramakara Watratan. 

Ia menyampaikan untuk harga telur ayam bervariasi, mulai Rp 21.000-Rp 23.000 per kilogram. Sedangkan komoditas daging ayam ras rata-rata di harga Rp 31.000 per kilogram. 


Di sisi lain, ketersediaan dua komoditas tersebut sejauh ini aman dan melimpah. Sehingga, ia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediannya terutama di pasar tradisional.

“Ketersediaan stok masih sangat tercukupi. Tidak terjadi kelangkaan, baik di pasar maupun di tingkat peternak hingga pengepul. Bahkan, stoknya bisa dibilang melimpah atau berlebih di beberapa titik yang kami kunjungi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Kamilin menyampaikan kondisi harga telur dan daging ayam hari ini mulai ada kenaikan secara perlahan. 

“Kenaikan ini erat kaitannya dengan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Tetapi selisihnya masih wajar,” imbuh Kamilin. 

Meskipun ada pengaruh dari operasional SPPG, namun kondisi ini tidak berdampak langsung ke pedagang pasar. Sebab, SPPG memilih untuk membeli kebutuhan telur atau daging ayam ke pengepul atau distributor. 

“Rata-rata belanja langsung ke pengepul, di pasar hanya jual ke masyarakat umum,” sambungnya.

Terpisah, Ahmadi, penjual daging ayam ras menyebutkan bahwa harga daging ayam saat ini Rp 31.000 per kilogram. Harga tersebut mulai merangkak naik sejak kemarin di harga Rp 30.000 per kilogram. 

“Kemarin harga terendah di Rp 28.000 ribu per kilogram. Tapi itu cuma berlaku tiga hari,” imbuhnya..

Sama halnya dengan Ahmadi, harga daging ayam di lapak Tunik dijual dengan harga Rp 31.000 ribu per kilogram. Ia membenarkan jika kenaikan harga daging ayam berhubungan dengan program MBG.

Meskipun kenaikan disebabkan oleh MBG, namun penjualan daging ayam milik Tunik tidak terpengaruh. Artinya, pembeli di lapaknya rata-rata dari masyarakat umum. 

“Bawa 25 kilogram ayam per hari, rata-rata habisnya cuma 12 kilogram. Karena pembelinya juga itu-itu aja,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Indra, penjual telur ayam di Pasar Kepanjen mengaku harga telur saat ini Rp 22.000 per kilogram. Sebelumnya, harga telur bisa di angka Rp 20.000 per kilogram. 

“Semenjak libur harganya turun, sekarang mau masuk naik sedikit-sedikit,” tukasnya. ham