Batu, PANDANGANRAKYAT.COM – Di momen libur sekolah, okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Kota Batu lampui pencapaian libur Lebaran 2026.
Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, okupansi hotel akhir pekan lalu tembus angka 90 persen.
Angka ini merupakan capaian okupansi hotel tertinggi di Kota Batu sepanjang tahun 2026.
Bahkan, melampaui momen libur Lebaran 2026 yang hanya berada di angka 70-80 pesen.
“Benar. Momen libur sekolah ini okupansi meningkat tajam sampai 90 pesen, khususnya saat akhir pekan,” kata Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, Kamis (9/7/2026).
Ia mengatakan, tingginya okupansi ini berbanding lurus dengan kunjungan wisatawan ke Kota Batu yang juga mengalami peningkatan saat akhir pekan selama libur sekolah bulan Juni-Juli ini.
“Selain karena momen liburan sekolah banyak yang mengajak anak-anaknya berlibur,” jelas Sujud.
“Secara harga, tarif kamar hotel juga tidak setinggi libur Lebaran dan malam tahun baru. Jadi itu juga mempengaruhi tingginya okupansi,” imbuhnya.
Selain tarif hotel yang dinamis, tingginya tingkat keterisian kamar hotel di Kota Batu juga karena kolaborasi antara sektor perhotelan dengan pengelola destinasi wisata melalui paket bundling menginap dan tiket masuk objek wisata.
Skema ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan.
Sekaligus membuat biaya liburan menjadi lebih terjangkau karena wisatawan mendapat penginapan sekaligus tiket masuk tempat wisata.
“PHRI sedang mendorong kerja hotel dengan tempat wisata agar wisatawan mendapat paket bundling berupa kamar hotel dan tiket wisata dengan harga yang lebih ekonomis,” terangnya.
Diperkirakan okupansi hotel masih akan tinggi hingga akhir pekan ini.
Namun, tak setinggi pekan lalu, karena puncak okupansi hotel saat libur sekolah diprediksi terjadi pekan lalu tanggal 3-5 Juli 2026. ham

