Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Jajaran pengurus DPW PKS Jatim berkunjung ke Kantor DPD Demokrat Jatim, Rabu (22/7) malam. Kunjungan ini membahas berbagai isu politik strategis serta peluang kerjasama antara dua partai tersebut.
Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak menyebut pihaknya dengan PKS siap bekerja sama utamanya untuk mengabdi ke masyarakat.
“Saya rasa masyarakat ingin seluruh elemen berbicara hal konkret di depan mata. Dengan kondisi global seperti ini, bagaimana ekonomi kita jaga, daya beli kita jaga maka PKS dan Demokrat berkomitmen untuk mengawal dan mensukseskan program yang harus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Emil.
Menurut Emil pembahasan politik masih terlalu dini. Sebab, tahun politik masih 3 tahun dari sekarang. Oleh karena itu, Emil menyepakati kerjasama dengan PKS untuk membuat program yang konkret bagi masyarakat.
“Kita sepakat bagaimana aspirasi akar rumput bisa sampai ke Senayan melalui struktur partai. Jadi artinya PKS menyerap dari kabupaten/kota, sementara saya Demokrat menyerap ke daerah lalu bagaimana aspirasi ini bisa naik ke Senayan. Ketika aspirasi daerah ditangkap pusat, maka kita bisa berbuat banyak untuk masyarakat luas,” jelasnya.
“Bahkan tadi ada ide bagus muncul bagaimana kegiatan bersama-sama antara Demokrat dan PKS itu bukan kaitannya pengkaderan, tapi kaitannya pengabdian ke masyarakat untuk memberi dampak nyata,” tambahnya.
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana menyebut kunjungan ke Demokrat Jatim sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antar partai pengusung Khofifah-Emil.
“Jadi kami silaturahmi di Demokrat Jatim, ini upaya kami membangun sinergi komunikasi sesama partai pendukung Khofifah-Emil. Peran partai kami agar semaksimal mungkin mensukseskan program Khofifah-Emil,” terangnya.
“Rencana ke depan PKS dan Demokrat partai pendukung lebih bermanfaat dan dirasakan kerja samanya untuk masyarakat,” tambahnya.
Terkait arah kerjasama PKS dan Demokrat untuk pemilu 2029, Bagus menjawab diplomatis. “Penjajakan tahun 2029 masih panjang. Kalau sosok Mas Emil sangat bagus, sebagai Wakil Gubernur Jatim beliau punya pengalaman,” jelasnya.
“Intinya kita tunggu finalnya bagaimana sistem pemilu, apakah Pilgub Jatim tahun 2029 atau 2031? Kalau sosok Mas Emil ya sangat potensial,” tandasnya. ham

