BUMD, PANDANGANRAKYAT – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan laba bersih senilai Rp661,22 miliar pada kuartal I/2026 yang berakhir pada Maret 2026. Perolehan ini mencerminkan kenaikan sebesar 90,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp347,26 miliar.

Pertumbuhan laba yang signifikan tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih perusahaan yang tumbuh 39,61 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp2,35 triliun. Informasi ini dilansir dari laporan keuangan yang dipublikasikan melalui Finansial.

Pendapatan bunga Bank Jatim mengalami kenaikan dari Rp2,43 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp3,33 triliun pada kuartal I/2026. Di sisi lain, beban bunga juga mengalami peningkatan sebesar 30,46 persen YoY menjadi Rp975,88 miliar.

Hingga periode Maret 2026, operasional perusahaan mencatatkan kenaikan beban nonbunga, terutama pada pos tenaga kerja yang melonjak 64,02 persen menjadi Rp986,64 miliar. Total beban operasional lainnya tercatat mencapai Rp1,60 triliun.

Dari fungsi intermediasi, Bank Jatim menyalurkan kredit sebesar Rp92,20 triliun, tumbuh 44,74 persen dari posisi sebelumnya Rp63,70 triliun. Total aset perseroan turut terkerek naik 38,85 persen menjadi Rp164,07 triliun.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 37,59 persen menjadi Rp122,80 triliun. Meski demikian, rasio kredit bermasalah atau NPL gross mengalami kenaikan dari 3,87 persen menjadi 4,29 persen pada kuartal ini.

Indikator rasio keuangan lainnya menunjukkan penyusutan margin bunga bersih (NIM) menjadi 5,95 persen dari sebelumnya 6,32 persen. Sementara itu, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) perusahaan meningkat dari 28,05 persen menjadi 29,82 persen.(sp/red)