Lumajang, PANDANGANRAKYAT.COM – Ribuan ikan di keramba danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang mati mendadak. Akibatnya peternak mengalami kerugian puluhan juta.

Untuk mengurangi kerugian tersebut, peternak terpaksa menjual ikan yang masih laya dikonsumsi. Hal ini dilakukan peternak untuk menekan kerugian. Meski demikian, harga ikan nila, mujaer dan bandeng itu turun.

Ikan nila yang biasanya dijual seharga Rp 35.000 kilogram, kini hanya dijual sebesar Rp 20.000 perkilogramnya.

“Ikan yang masih layak konsumsi dijual dengan harga yang jauh lebih murah sebesar Rp 20.000 perkilogramnya,” ujar salah satu warga dan peternak, Agil, Senin (27/6/2026).

Fenomena ikan mati ini terjadi saat cuaca ekstrem terjadi setelah kandungan belereng yang berada di dasar danau Ranu Klakah naik ke permukaan akibat cuaca dingin sehingga membuat kandungan oksigen turun drastis.

Akibat peristiwa tersebut sebanyak 89 orang Peternak ikan keramba mengalami kerugian. Peternak ikan mengalami kerugian mulai dari Rp 30 hingga Rp 60 juta per orangnya.

“Kerugian peternak ikan keramba akibat ikan mati di danau Ranu Klakah bisa mencapai Rp 60 juta,” ujar salah satu peternak ikan keramba Narwi.

Sebelumnya, ribuan ikan ditemukan mati di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Berbagai jenis ikan, seperti nila, mujair, dan bandeng, tampak mengambang di permukaan danau, Senin (27/7/2026).

Tidak hanya ikan liar, ikan yang dibudidayakan di dalam keramba milik warga juga dilaporkan mati.

“Berbagai jenis ikan mati di Ranu Klakah seperti ikan mujair, nila maupun bandeng. Ikan yang mati tidak hanya di dalam keramba termasuk ikan liar juga,” ujar salah satu warga, Agil, Senin (27/7/2026). ham