Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Menteri Ara sapaannya saat meninjau penerima manfaat KUR Perumahan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Surabaya, Jatim, Senin mengapresiasi kinerja bank tersebut sebagai bank dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.

“Di Kantor Menko, saya dipanggil bersama para menteri lainnya yang memiliki Program KUR. Dari seluruh program tersebut, hanya KUR Perumahan yang plafonnya ditingkatkan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar. Ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras BRI. Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada BRI,” ujar Menteri Ara.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut diikuti dengan pemberian apresiasi kepada tim penyalur KUR Perumahan yang telah menunjukkan kinerja terbaik.

“Tolong kepada jajaran direksi, tim KUR yang berprestasi juga diberikan penghargaan. Dengan begitu, KUR Perumahan akan semakin maju dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara menyisipkan motivasi kepada para penerima manfaat dan keluarga agar terus mengutamakan pendidikan serta semangat bekerja keras.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan Menteri Ara dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan BRI melalui Program KUR Perumahan.

Menurut Aris, Program KUR Perumahan merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang terjangkau melalui kolaborasi seluruh ekosistem perumahan. Hingga 3 Agustus 2026, BRI telah membukukan closing penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp410 miliar kepada 1.621 debitur

Sementara itu, hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan telah mencapai Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Program KUR Perumahan. BRI akan terus mendukung program-program pemerintah, termasuk Program KUR Perumahan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau,” kata Aris. ham