Lamongan, PANDANGANRAKYAT.COM – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berencana menggulirkan Gerakan Biopori secara massal setelah melihat inovasi yang dipamerkan mahasiswa dalam Expo KKN Megilan 2026. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi mengurangi banjir sekaligus meningkatkan cadangan air di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.

Rencana itu disampaikan Yuhronur saat melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari delapan perguruan tinggi dalam Expo KKN Megilan di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/8/2026). Menurut Yuhronur, biopori memiliki manfaat besar untuk meningkatkan resapan air, mengurangi genangan saat musim hujan, dan menyimpan cadangan air tanah ketika musim kemarau.

“Saya memandang perlu biopori. Karena itu saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat. Bapperida supaya mendesain kegiatannya, apakah sejuta biopori, 100 ribu biopori, atau minimal 1.000 biopori yang bisa kita kerjakan bersama-sama,” kata Yuhronur.

Ia mengatakan program tersebut nantinya dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga mahasiswa. Salah satu wilayah yang diprioritaskan adalah Kecamatan Sarirejo yang selama ini kerap menghadapi persoalan kekurangan air saat musim kemarau.

Selain biopori, Yuhronur mengapresiasi berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa selama menjalankan KKN di Lamongan. Menurutnya, sejumlah gagasan yang dipresentasikan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan.

“Setelah dipaparkan tadi luar biasa. Ada yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kami. Mudah-mudahan karya-karya ini bisa terus dikembangkan sehingga menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan, Sujarwo mengatakan, KKN tahun ini diikuti delapan perguruan tinggi dengan total lebih dari 3.200 mahasiswa yang diterjunkan di berbagai desa di Lamongan sejak Juli hingga Agustus 2026.

Delapan perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Airlangga, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Islam Lamongan, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Negeri Malang, dan UPN Veteran Jawa Timur.

Menurut Sujarwo, Expo KKN Megilan digelar untuk mempertemukan hasil inovasi mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan daerah. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyusun kebijakan, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam expo tersebut berasal dari mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang mengembangkan teknologi biopori sebagai upaya konservasi air di wilayah rawan kekeringan. ham