Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur memperkuat transformasi pengelolaan zakat menjadi instrumen pemberdayaan dan kemandirian mustahik saat pelantikan pimpinan Baznas Jatim periode 2026-2031 di Surabaya.
“Ketika aspek fisik, kesehatan mental, spiritual dan ekonomi bisa kita intervensi secara beriringan, insya Allah mustahik tidak hanya terbantu untuk melewati persoalan hari ini, tetapi juga memiliki jalan untuk bangkit dan menjadi lebih mandiri,” kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Selasa (11/8).
Khofifah mengatakan pentasarufan zakat tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk bantuan material, tetapi perlu diintegrasikan dengan pendampingan kesehatan mental, spiritual, dan pemberdayaan ekonomi agar memberi dampak jangka panjang.
Menurut dia, Baznas perlu menyisir kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan, seperti komunitas ojek daring perempuan yang sebagian besar merupakan orang tua tunggal serta kelompok rentan lainnya agar dapat berdaya dan mandiri.
Ia menilai pola pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai instrumen transformasi sosial sehingga penerima manfaat tidak hanya dibantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga didorong memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat.
Khofifah menambahkan potensi zakat yang besar harus dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan sehingga dapat menjadi pengungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah sekaligus Pembina Wilayah Jawa Timur, Hj. Saidah Sakwan, mengatakan sinkronisasi dan konsolidasi menjadi hal penting dalam penguatan tata kelola zakat.
“Sinkronisasi konsolidasi menjadi penting. BAZNAS Jatim harus menjaga tata kelola sekaligus menjadi bagian problem solving dari seluruh kebutuhan mustahik dan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Ketua Baznas Jatim HM Ghofirin mengatakan pihaknya akan membawa Baznas Jatim memasuki fase transformasi yang inklusif, profesional, dan berdampak melalui sembilan prioritas strategis bertajuk Nawa Pradana.
“Nawa Pradana ini menjadi pijakan Baznas Jatim dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan prioritas tersebut meliputi program Baznas Jatim Peduli, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Lestari, Tangguh, Amanah, Inklusif, dan Sinergi yang diarahkan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor. ham

