Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Sebanyak 14 pesawat pengisi bahan bakar milik Amerika Serikat tiba di Israel pada akhir pekan lalu, di tengah saling serang antara AS dan Iran, menurut laporan media Israel, Minggu (19/7).
Situs berita Walla, mengutip sumber anonim di Angkatan Udara Israel, melaporkan bahwa militer AS berencana mengerahkan 100 pesawat pengisi bahan bakar ke sejumlah pangkalan militer Israel dan Bandara Ramon, sebelah selatan Israel.
“Jika AS meningkatkan serangannya terhadap Iran, maka hal itu akan lebih banyak pesawat pengisi bahan bakar milik AS dikerahkan ke Israel. Dalam hal itu, pesawat-pesawat tersebut mungkin akan mendarat di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv,” kata sumber tersebut.
Hingga kini, sudah ada 33 pesawat pengisi bahan bakar milik AS diparkir di Bandara Ben Gurion, di tengah peringatan Israel mengenai potensi gangguan terhadap penerbangan sipil selama masa liburan musim panas.
Tidak ada penyataan resmi dari pihak Israel mengenai jumlah total pesawat pengisian bahan bakar milik AS yang saat ini berada di Israel.
Sebelumnya, Sabtu (18/7), stasiun penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menginformasikan ke Israel mengenai rencana penyesuaian penempatan pasukan AS di kawasan tersebut.
Menurut laporan itu, rencana tersebut mencakup pengiriman tambahan atas pesawat pengisi bahan bakar ke Israel. Beberapa di antaranya telah tiba di Pangkalan Udara Ovda di selatan Israel, sementara yang lainnya diperkirakan akan tiba di pangkalan-pangkalan lainnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu.
AS dan Iran sempat menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik, tetapi ketegangan kembali meningkat pekan lalu akibat sengketa di Selat Hormuz hingga memicu aksi saling serang kedua pihak. ham

