Blitar, PANDANGANRAKYAT.COM – Bazar Blitar Djadoel 2026 resmi ditutup Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin di Alun Alun Kota Blitar, Minggu (12/7/2026) malam. Selama lima hari penyelenggaraan, event unggulan Pemerintah Kota Blitar tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga berhasil menggerakkan roda perekonomian masyarakat dengan mencatat omzet hampir Rp10 miliar serta menyerap 1.143 tenaga kerja.

Malam penutupan berlangsung semarak. Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun Alun Kota Blitar untuk menikmati rangkaian acara yang dimeriahkan penampilan Shinta Arsinta, Celina Kiki, dan Deblong Music. Penutupan juga dihadiri Ketua DPRD Kota Blitar beserta jajaran pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, lurah, serta para sponsor yang mendukung suksesnya penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026.

Dalam sambutannya, Mas Ibin mengaku bersyukur karena antusiasme masyarakat begitu tinggi sejak hari pertama hingga penutupan. Menurutnya, Bazar Blitar Djadoel telah menjelma menjadi destinasi wisata berbasis sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu menghidupkan Kota Blitar selama masa libur sekolah.

“Bazar Blitar Djadoel tahun ini terasa sangat istimewa dan luar biasa. Pengunjung membludak setiap hari, dan Alun Alun Kota Blitar hampir tidak pernah sepi dari lautan manusia yang ingin melepas rindu dengan suasana tempo dulu. Inilah bukti nyata bahwa Blitar semakin rame, semakin hidup, dan semakin menarik sebagai tujuan wisata berbasis sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujar Mas Ibin.

Keberhasilan Bazar Blitar Djadoel 2026 tidak hanya terlihat dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Mas Ibin mengungkapkan, berdasarkan laporan panitia, omzet Bazar Blitar Djadoel selama empat hari telah mencapai Rp9,7 miliar. Nilai itu belum termasuk transaksi pada malam penutupan yang diperkirakan mendorong total omzet menembus Rp10 miliar.

“Saya tadi menerima laporan omzetnya nyaris tembus Rp10 miliar. Saya yakin setelah penutupan ini omzetnya bisa Rp10 miliar atau bahkan lebih,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pelestarian sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Mas Ibin, meningkatnya aktivitas ekonomi dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner tradisional, perajin, hingga sektor perhotelan, transportasi, dan jasa yang ikut memperoleh dampak positif dari tingginya kunjungan masyarakat.

“Inilah bukti nyata bahwa ketika sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dikolaborasikan dengan baik, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Inilah esensi Blitar Djadoel, menguri-uri budaya, menggerakkan ekonomi, dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya. ham