Surabaya, PANDANGANRAKYAT.COM – Tim robot Richie Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) berhasil menjadi juara 1 Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026, dan akan mewakili Indonesia dalam Kontes Robot ABU Robocon Internasional di Hong Kong pada Agustus 2026.

Kemenangan tersebut diperoleh setelah di babak final robot Richie ITS mengalahkan robot Maestro Evo Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor 160 : 20, di Gedung Auditorium Universitas Jember (Unej) pada Minggu (12/7) malam.

“Kami sebagai tuan rumah sangat apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, semangat pantang menyerah, serta kolaborasi selama mengikuti KRAI 2026,” kata Rektor Unej Iwan Taruna dalam keterangannya, Senin (13/7).

Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang ditampilkan, tetapi juga dari karakter, kerja keras, dan semangat para mahasiswa yang berada dibalik setiap robot.

“Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut. Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika orang lain memilih berhenti adalah nilai yang sesungguhnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan KRAI bukan sekadar panggung kompetisi teknologi, melainkan ruang untuk menempa talenta terbaik bangsa karena seluruh peserta hadir membawa nama perguruan tinggi masing-masing, tetapi pada akhirnya memiliki satu identitas yang sama, yakni Indonesia.

“Saya berharap semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi tidak berhenti ketika kompetisi usai,” ucap Rektor Unej.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Beny Bandanadjaja menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, terutama kepada tim juara yang akan mengemban amanah mewakili Indonesia pada ajang ABU Robocon di Hong Kong.

“Semoga perjuangan berikutnya mampu membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional. Ingatlah, setiap juara pernah merasakan jatuh dan kegagalan. Gelar juara bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bangkit,” katanya.

Beny juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan KRAI 2026, khususnya Universitas Jember sebagai tuan rumah.

Menurutnya, keberhasilan kompetisi nasional itu merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga, perguruan tinggi, dan seluruh panitia mampu melahirkan ajang yang tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga mempersiapkan generasi yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat dunia. ham