Regional, PANDANGANRAKYAT.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Industri dan Perdagangan Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi perindustrian dan perdagangan se-Jawa Timur, serta Kepala Bidang dan UPT di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sektor industri dan perdagangan Jawa Timur tahun 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan dan penguatan program prioritas tahun 2026.

Dalam pemaparan kondisi ekonomi daerah, disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hingga Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar 5,22 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 14,31 persen, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu kontributor utama perekonomian nasional. Struktur ekonomi Jawa Timur masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 31,08 persen, diikuti sektor industri pengolahan dan perdagangan.

Pertumbuhan sektor industri pengolahan pada Triwulan III Tahun 2025 mencapai 6,21 persen, berada di atas rata-rata nasional. Namun demikian, struktur industri Jawa Timur masih didominasi oleh industri kecil yang mencapai 96,84 persen, sehingga menjadi fokus utama pembinaan karena paling rentan terhadap gejolak ekonomi.

Di sektor perdagangan, pertumbuhan tercatat sebesar 3,38 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, neraca perdagangan Jawa Timur hingga Triwulan III Tahun 2025 mengalami surplus sebesar Rp178,82 triliun. Nilai ekspor Jawa Timur meningkat 2,65 persen, dengan pergeseran tujuan utama ekspor dari Amerika Serikat ke Swiss, sementara nilai impor mengalami penurunan sebesar 1,99 persen.

Sebagai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 303 titik Pasar Murah di 38 kabupaten/kota yang melibatkan sekitar 3.300 IKM, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Â±Rp9 miliar. Pemantauan harga bahan kebutuhan pokok juga dilakukan secara real time melalui aplikasi SISKAPERBAPO di 121 pasar pantauan. Inflasi month-to-month (m-to-m) tertinggi pada Desember 2025 berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,76 persen.

Dalam rapat tersebut juga dibahas arah program dan sinergi lintas sektor untuk tahun 2026, antara lain:

  1. Bidang Sarana Prasarana, Pengawasan, dan Pengendalian Industri, dengan fokus pada perencanaan dan pembangunan industri, percepatan pengembangan kawasan industri, pengendalian perizinan usaha industri, serta penguatan data industri dan pendampingan penyusunan Perda RPIK kabupaten/kota.
  2. Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri, yang menitikberatkan pada pengembangan Industri Halal Jawa Timur, Program Peti Koin Bermantra, serta peningkatan kompetensi pelaku usaha melalui pelatihan, termasuk target pelatihan 220 penyelia halal.
  3. Bidang Pemberdayaan Industri, melalui pembinaan dan pengembangan IKM, penerapan Industri Hijau Jawa Timur, penguatan sentra IKM, serta pengembangan konsep Desa Industri berbasis potensi lokal dan hilirisasi.
  4. Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, dengan fokus pada stabilisasi harga, pengendalian inflasi, serta menjaga ketersediaan bahan pokok dan pangan, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional.
  5. Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, melalui penguatan diversifikasi pasar ekspor, peningkatan daya saing produk daerah, serta fasilitasi promosi dan misi dagang baik antar daerah maupun ke luar negeri.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Nawa Bhakti Satya, khususnya pada pilar Jatim Sejahtera dan Jatim Kerja, melalui program-program strategis yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi inklusif, stabilitas harga, dan peningkatan daya saing industri serta perdagangan daerah.(sp/red)