Surabaya – PANDANGANRAKYAT.COM – Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membuka harapan baru terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu harapan yang mengemuka dari berbagai kalangan adalah meningkatnya keterbukaan informasi publik, terutama mengenai jumlah Dapur Bergizi Gratis yang beroperasi di setiap kecamatan di Indonesia.
Transparansi data dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pemerataan pelayanan program MBG. Publik membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai lokasi dapur, jumlah satuan pelayanan yang telah beroperasi, kapasitas produksi, serta wilayah penerima manfaat hingga tingkat kecamatan.
Dengan tersedianya data secara terbuka, masyarakat dapat mengetahui daerah yang telah terlayani maupun kecamatan yang masih membutuhkan penambahan dapur. Keterbukaan tersebut juga akan mempermudah pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, mempercepat evaluasi program, sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap pelaksanaan MBG.
Selain meningkatkan akuntabilitas, publikasi data per kecamatan juga diyakini mampu mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Sudaryono yang resmi dipercaya memimpin BGN diharapkan dapat melanjutkan pengembangan program sekaligus memperkuat aspek transparansi informasi. Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah menghadirkan dashboard data nasional yang dapat diakses masyarakat dan menampilkan jumlah Dapur Bergizi Gratis di setiap kecamatan, status operasionalnya, kapasitas layanan, serta cakupan penerima manfaat yang diperbarui secara berkala.
Keterbukaan data semacam ini tidak hanya memperkuat kepercayaan publik, tetapi juga menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan informasi yang terbuka dan mudah diakses, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan semakin efektif, merata, dan dapat dipantau bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Harapan tersebut kini tertuju kepada kepemimpinan baru di BGN agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhasil dari sisi pelaksanaan, tetapi juga menjadi contoh praktik pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.

