Mojokerto, PANDANGANRAKYAT.COM – Ratusan penerima manfaat di 2 sekolah dan 1 posyandu ramai-ramai menolak MBG menu ikan nila goreng presto. SPPG Beloh, Trowulan, Mojokerto selaku penyedia, menarik kembali makan bergizi gratis tersebut.

Penolakan salah satunya terjadi di MI An Nur, Dusun/Desa Beloh. Dari 124 porsi MBG yang dikirim ke sekolah ini, hanya 6 porsi yang dimakan oleh para siswa. Selebihnya dibiarkan utuh di ompreng masing-masing.

“Semuanya 124 porsi. Itu tadi yang dimakan anak-anak hanya 6 porsi. Yang selainnya masih utuh, dikembalikan. Biasanya diambil (oleh pihak SPPG) jam 11,” kata Kepala MI An Nur, Nurodi kepada wartawan di lokasi, Selasa (11/8/2026).

Nurodi menjelaskan, kiriman MBG dari SPPG Beloh tiba di MI An Nur pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Setiap ompreng berisi menu yang sama, yakni nasi putih, nila goreng presto, perkedel kentang, sayur sop dan salak.

Namun, mayoritas siswanya menolak MBG hari ini. Menurut Nurodi, baru kali ini para siswa menolak makan gratis. Ia berharap masalah serupa tidak terulang.

“Karena menunya tidak sesuai seperti biasanya, ikan mujaer. Katanya sebagian bau, entah baunya kurang paham anak-anak, baunya tidak terbiasa atau bagaimana. Cuma kan menunya emang enggak sesuai, mujaernya seperti ikan asin. Jadi anak-anak tidak suka,” ungkapnya.

Pengawas Gizi SPPG Beloh, Muhammad Irfan membenarkan adanya penolakan dari sebagian penerima MBG hari ini. Yaitu TK Negeri Pembina II Trowulan, MI An Nur dan Posyandu Beloh. Sedangkan hari ini pihaknya menyalurkan 1.893 porsi MBG untuk 18 sekolah dan 3 posyandu.

“Kalau memang ditolak penerima manfaat ya kami tarik kembali,” terangnya.

Ribuan MBG yang disalurkan SPPG Beloh hari ini, lanjut Irfan, semuanya berisi menu yang sama. Yaitu nasi putih, nila goreng presto, perkedel kentang, sayur sop dan salak.

Ia tak menyangka nila goreng presto justru ditolak anak-anak. Padahal, ia ingin menyajikan menu yang lebih variatif agar tidak melulu telur dan ayam. Terlebih lagi ikan nila mempunyai kandungan gizi yang bagus untuk anak-anak.

“Mungkin kami evaluasi dan kami perbaiki ke minggu depannya lagi supaya menu yang kami berikan ke penerima manfaat bisa lebih baik lagi,” tandasnya. ham