Mojokerto, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Mojokerto merevitalisasi Stadion Gajah Mada di Kecamatan Mojosari secara bertahap. Tahun ini dengan anggaran Rp 9,071 miliar, mereka fokus membangun lapangan sepakbola kelas dunia sesuai standar FIFA.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah menjelaskan, revitalisasi Stadion Gajah Mada digelar bertahap sesuai masterplan yang sudah dirancang. Tahap pertama pembangunan lapangan sepakbola dan lintasan lari. Menurutnya, lapangan sepakbola tersebut dibangun berkelas dunia.

“Untuk lapangan bolanya kami sudah berkoordinasi ke banyak ya, PSSI dan lain sebagainya. Insyaallah ini adalah standar FIFA yang direkomendasikan,” jelasnya kepada wartawan saat peresmian jalan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kamis (6/8/2026).

Progres pembangunan lapangan sepakbola dan lintasan lari di Stadion Gajah Mada, lanjut Yuni, saat ini sekitar 25%. Ia berharap kepada pelaksana proyek agar pertengahan Agustus nanti, sudah bisa dilakukan penanaman rumput. Seiring dengan penanaman sampai perawatan rumput, juga dikerjakan pembangunan lintasan lari.

“Insyaallah semuanya 100% November. Kalau secara secara schedule, sebetulnya selesai di bulan Desember. Tapi kami meminta adanya percepatan karena kami juga tidak mau mengambil risiko terkait dengan cuaca dan lain sebagainya. Sehingga kami meminta pada saat awal kontrak, rekanan sudah menyiapkan program percepatan pelaksanaannya,” terangnya.

Setelah lapangan sepakbola tuntas, kata Yuni, revitalisasi Stadion Gajah Mada bakal dilanjutkan dengan pembangunan tribun penonton, taman, pagar, sampai penataan pedagang kaki lima (PKL).

“Tahun kemarin sudah kami selesaikan di PAPBD 2025 pemasangan paving dan persiapan terkait drainase di dalam lintasan,” ungkapnya.

Pembangunan lapangan sepakbola dan lintasan atletik Stadion Gajah Mada dikerjakan PT Dharma Maju Sentosa dari Indramayu. Kontrak proyek ini Rp 9,071 miliar dalam kurun waktu 24 Juni-20 Desember 2026. Namun, proyek ini ditargetkan tuntas akhir November nanti.

“Jadi nantinya lintasan larinya ini sekitar 6 line, lapangan bolanya itu sudah berikut sama penggarisan, termasuk dengan tiang gawang maupun bendera sudut, termasuk nanti kita garis dan kita pola biar nanti (rumput) kelihatan gelap terang,” terang Manajaer Proyek PT Dharma Maju Sentosa, Reziksufi (33).

Lapangan sepakbola Stadion Gajah, lanjut Reziksufi, dibangun berkelas dunia sesuai standar FIFA. Drainase di bawah lapangan dibuat dalam interval 4 meter dengan isian batu tensla agar porositasnya tinggi. Saluran tersebut dilengkapi pipa untuk membuang air ke saluran yang mengitari lapangan.

Permukaan lapangan berbahan pasir juga untuk meningkatkan porositas lapangan. Selain air cepat meresap, pasir dipilih untuk mengurangi risiko cedera para pemain ketika terjatuh di lapangan. Rumput alami nantinya ditanam pada permukaan pasir tersebut.

“Jadi, nantinya diharapkan ketika pertandingan ada hujan lebat itu tidak ada genangan air ataupun banjir di lapangan. Jenis rumputnya nanti kami pakai jenis rumput yang direkomendasikan FIFA, kami pakai rumput zoysia matrella,” tandasnya. ham