Jombang, PANDANGANRAKYAT.COM – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Kabupaten Jombang dipastikan mengalami penjadwalan ulang.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung pada 14 Juli 2026 kini akan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 bersamaan dengan gelombang kedua.

Perubahan jadwal tersebut diputuskan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan verifikasi dan validasi terhadap kesiapan gedung permanen SRT 8.

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah fasilitas masih memerlukan penyelesaian sebelum sekolah ditempati para peserta didik.

Keputusan itu dihasilkan dalam Rapat Verifikasi dan Validasi Kesiapan Gedung Permanen SRT 8 yang digelar di ruang rapat Direksi Keet kawasan proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Jumat (10/7/2026) lalu.

Pertemuan tersebut melibatkan Tim Transisi, Balai Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, perwakilan Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta PT Waskita Karya sebagai pelaksana pembangunan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung utama telah menunjukkan perkembangan sesuai target.

Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan agar seluruh sarana memenuhi standar kelayakan.

“Masih ada tujuh gedung prioritas yang pengerjaannya terus dikebut sehingga belum sepenuhnya siap digunakan pada 14 Juli 2026. Berdasarkan arahan Kementerian Sosial, pelaksanaan MPLS SRT 8 Jombang akan mengikuti gelombang kedua pada 31 Juli 2026,” ucapnya, Senin (13/7/2026).

Agung menambahkan, pekerjaan yang masih menjadi perhatian meliputi penyempurnaan fasilitas sanitasi, pembangunan sistem drainase, serta penyelesaian berbagai utilitas pendukung lainnya.

“Penyelesaian seluruh fasilitas tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran proses belajar mengajar sejak hari pertama sekolah beroperasi,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Jombang menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada pertengahan Juli setelah proses penerimaan peserta didik, penyiapan tenaga pendidik, dan pembangunan gedung permanen berjalan sesuai rencana.

“Seluruh siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 sebagai sasaran utama program Sekolah Rakyat,” pungkasnya. ham