Jember, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Jember bersama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menginisiasi program inkubator agribisnis untuk memperkuat hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung .
Program itu digagas sebagai wadah sinergi lintas sektor yang menghubungkan pemerintah, akademisi, kementerian, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan yang bertujuan untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih modern, khususnya pada komoditas jagung.
“Tantangan terbesar sektor pertanian saat ini bukan lagi sekadar memacu volume panen, melainkan menciptakan nilai tambah melalui proses hilirisasi,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait saat acara peluncuran program di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7).
Menurutnya, Pemkab Jember menyambut baik kehadiran inkubator agribisnis UKRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem agribisnis yang lebih maju dan berkelanjutan karena kehadiran perguruan tinggi harus mampu menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, kelompok tani, UMKM, serta generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor pertanian,” tuturnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu berharap Kabupaten Jember dapat menjadi daerah percontohan pengembangan agribisnis berbasis inovasi dan kemitraan.
Sementara Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma mengatakan inkubator agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat inovasi dan pendampingan yang menghubungkan seluruh rantai nilai agribisnis, mulai dari budidaya, hilirisasi, pembiayaan, hingga pemasaran.
“Fokus awal kami adalah mengoptimalkan hilirisasi jagung. Kami ingin mencetak para pengusaha muda dan memperkuat kapasitas UMKM berbasis pangan di tingkat lokal,” katanya.
Ia mengatakan inkubator agribisnis UKRI bukan sekadar program pendampingan pertanian, tetapi sebuah ekosistem kolaborasi yang menghadirkan model yang menghubungkan petani, kelompok tani, UMKM, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi sehingga hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ham

