Pasuruan, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkab Pasuruan meningkatkan sistem pengelolaan air di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto guna mengoptimalkan pengolahan limbah cair sekaligus mencegah potensi pencemaran lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, menyebut pembenahan di TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo tersebut dilakukan melalui perbaikan saluran, rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pembangunan area pra-pengolahan, serta optimalisasi teknologi pengolahan agar seluruh aliran lindi dapat diproses sesuai standar lingkungan.
“Pembenahan dilakukan karena sebagian sistem pengolahan lindi belum berfungsi optimal sehingga aliran limbah cair belum seluruhnya masuk ke instalasi pengolahan, seraya berharap kolam lindi kembali bekerja sebagaimana mestinya agar pengelolaan limbah menjadi lebih efektif,” kata Nur, Jumat (7/8).
Menurutnya, air lindi berasal dari proses pembusukan sampah maupun air hujan yang meresap ke tumpukan sampah sehingga volumenya terus bertambah dan memerlukan sistem pengelolaan yang memadai.
Oleh karena itu, ia menyebut DLH Kabupaten Pasuruan membangun kembali jalur aliran lindi menuju instalasi pengolahan agar seluruh limbah cair mengalir melalui saluran yang benar sebelum diproses lebih lanjut.
Nur mengatakan, teknologi pengolahan juga diperbarui dengan mengombinasikan proses mekanik dan kimiawi untuk memisahkan air dari endapan padat sehingga kualitas air meningkat sebelum memasuki tahapan pengolahan berikutnya.
Pada tahap awal, jelasnya, air lindi akan diberi bahan kimia untuk mengikat partikel pencemar, kemudian endapan dipisahkan menggunakan sistem mekanis sebagai upaya menekan risiko pencemaran lingkungan.
Proyek tersebut juga mencakup pembangunan saluran lindi menggunakan U-Ditch, rehabilitasi IPAL, optimalisasi sistem pengolahan limbah, pembangunan fasilitas pencucian kendaraan operasional TPA, serta pemasangan paranet untuk mengurangi sampah ringan yang beterbangan.
“DLH Kabupaten Pasuruan menempatkan pembenahan instalasi lindi sebagai salah satu prioritas karena menjadi rekomendasi hasil evaluasi pengelolaan TPA sekaligus mendukung penerapan standar lingkungan yang lebih baik,” ujarnya. ham

