Mojokerto, PANDANGANRAKYAT.COM – Pemkot Mojokerto terus memperkuat pelaksanaan program cabenisasi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Hingga pertengahan 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto telah mendistribusikan lebih dari 102 ribu bibit cabai kepada masyarakat melalui berbagai skema.

Agar program tersebut memberikan hasil optimal, Pemkot Mojokerto menggelar Sosialisasi Teknis Budidaya Cabai dan Peluang Usaha di Perkotaan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Kecamatan Prajuritkulon. Kegiatan diikuti dua perwakilan dari masing-masing 18 kelurahan serta dihadiri camat dan lurah se-Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, program cabenisasi tidak cukup hanya berhenti pada pembagian bibit. Pendampingan kepada masyarakat menjadi faktor penting agar tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.

“Yang paling penting outcome-nya harus bisa diukur. Sejauh mana program cabenisasi ini mampu mengurangi konsumsi rumah tangga, mengendalikan inflasi cabai, sehingga keberhasilannya benar-benar terlihat dan akuntabilitas kinerjanya bisa diketahui,” ungkapnya, Jumat (7/8/2026)

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, DKPP menemukan sejumlah kendala yang masih dihadapi masyarakat dalam membudidayakan cabai. Di antaranya serangan hama, penyakit daun keriting, hingga gangguan tikus yang menyebabkan hasil panen belum maksimal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peserta sosialisasi mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi hortikultura mengenai teknik budidaya cabai, mulai dari pemilihan media tanam, perawatan tanaman, hingga penanganan hama dan penyakit.

Ning Ita juga meminta DKPP terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program cabenisasi di seluruh kelurahan. Menurutnya, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar menjadi bahan penyempurnaan program pada tahun-tahun berikutnya. ham