Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Presiden Prabowo Subianto mengatakan program perbaikan sekolah terus diperluas hingga seluruh sekolah di Indonesia, termasuk sekolah di pesantren, dan proses renovasi ditargetkan rampung pada 2029.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

“Pada tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai kita renovasi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan pemberian makanan bergizi saja tidak cukup untuk membangun kualitas sumber daya manusia.

Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia juga harus mendapatkan pendidikan yang baik dengan didukung fasilitas sekolah yang memadai.

“Memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik,” kata Prabowo.

Oleh karena itu, pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah dalam skala besar. Prabowo menyebut hingga 2026 sebanyak 71.744 sekolah telah diperbaiki.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 17 ribu sekolah. Pemerintah menargetkan perbaikan 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028.

Prabowo menegaskan program tersebut juga menjangkau wilayah terluar dan terpencil.

Prabowo mengatakan pemerintah kini telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kebutuhan di pulau-pulau terluar dan terpencil, mulai dari Sabang hingga Merauke.

“Sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil di Sabang, pulau paling Barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia,” kata Presiden.

Tak sampai disitu, Prabowo mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa asing. Ia ingin mewajibkan beberapa bahasa asing sebagai kurikulum wajib pembelajaran di sekolah.

Menurut Prabowo, pentingnya kemampuan bahasa asing dilihat dari perkembangan situasi global hari ini. Di mana bahasa punya peranan penting sebagai pembuka peluang besar bagi anak-anak Indonesia akan kesempatan kerja di luar negeri.

“Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing dari Sekolah Dasar (SD) kelas 1, mereka harus mulai bahasa asing, bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, bahasa Jepang, Korea, Spanyol, Prancis,” ucap Prabowo

Untuk mewujudkan kemampuan bahasa asing pada anak didik Indonesia, Prabowo akan mulai memberlakukannya wajib sejak bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1. Dia mengklaim saat usia masih belasan tahun, anak lebih mudah menyerap pembelajaran bahasa.

Selain itu, cara Prabowo mewujudkan kemampuan bahasa asing pada anak, menjanjikan akan membuat studio terpusat, dilengkapi dengan tenaga pengajar yang kompeten. ham