Sumenep, PANDANGANRAKYAT.COM — Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus dikembangkan melalui pemanfaatan energi terbarukan.
PT Artaloka Wisala bersama PT Sumber Rejeki Energy melakukan penjajakan dan pengembangan kerja sama dengan Kelompok Nelayan Desa Jungkat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, dalam sebuah program pemberdayaan berbasis energi surya.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui dialog langsung dengan kelompok nelayan yang dipimpin Bapak Idrai selaku Ketua Kelompok Nelayan Desa Jungkat, serta didampingi oleh Pejabat Desa Jungkat Bapak Supriono, Kecamatan Raas.
Tim juga melakukan peninjauan langsung terhadap kawasan perairan, dermaga dan aktivitas nelayan sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan serta potensi pengembangan program.
Program yang dikembangkan mengusung konsep kemandirian energi masyarakat pesisir, dengan mengintegrasikan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk mendukung aktivitas produktif nelayan.
Keramba Apung Berbasis Energi SuryaSalah satu program yang menjadi fokus kerja sama adalah pengembangan keramba apung untuk budidaya ikan kerapu.
Konsep tersebut diarahkan tidak hanya sebagai sarana budidaya, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi pesisir yang terintegrasi dengan teknologi energi terbarukan. PLTS dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi pada sarana budidaya, penerangan, pompa, aerasi maupun peralatan pendukung lainnya sesuai hasil kajian teknis.
Dengan demikian, masyarakat nelayan tidak hanya bergantung pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi memiliki alternatif sumber pendapatan melalui budidaya perikanan bernilai ekonomi tinggi.
Mesin Tempel Kapal dengan PLTS dan Baterai
Program berikutnya adalah penjajakan pemanfaatan sistem motorisasi kapal nelayan berbasis energi listrik, dengan sumber energi dari PLTS dan penyimpanan baterai.
Konsep ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi transportasi dan operasional kapal nelayan yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Dalam tahap berikutnya, sistem akan dikaji berdasarkan karakteristik kapal, kapasitas muatan, kebutuhan daya, jarak operasional, kondisi perairan serta pola aktivitas nelayan Desa Jungkat.
Produksi Es Batu Berbasis PLTS
Kebutuhan lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.
Karena itu, PT Artaloka Wisala dan PT Sumber Rejeki Energy juga mendorong pengembangan mesin produksi es batu dengan dukungan energi PLTS dan baterai.
Ketersediaan fasilitas produksi es di tingkat kelompok nelayan diharapkan dapat membantu memperpanjang masa kesegaran hasil tangkapan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan es dari luar wilayah, sekaligus menciptakan unit usaha baru yang dapat dikelola secara bersama oleh kelompok nelayan.
Membangun Ekosistem Ekonomi Pesisir
Kerja sama ini tidak semata-mata dipandang sebagai pengadaan teknologi, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang mandiri.
Mulai dari energi, kapal, budidaya, produksi es hingga pengelolaan hasil perikanan dapat dikembangkan dalam satu rantai kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat potensi Desa Jungkat bukan hanya dari sektor perikanannya, tetapi bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan dengan dukungan energi terbarukan. PLTS menjadi salah satu fondasi untuk membangun kemandirian energi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,” demikian gagasan yang disampaikan dalam dialog bersama kelompok nelayan.
PT Artaloka Wisala dan PT Sumber Rejeki Energy selanjutnya akan melakukan kajian teknis dan pemetaan kebutuhan bersama kelompok nelayan dan pemerintah desa untuk menentukan desain, kapasitas dan tahapan implementasi program.
Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis energi terbarukan yang dapat dikembangkan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep lainnya.
Dari Jungkat untuk Kebangkitan Ekonomi Maritim Madura
Desa Jungkat, Kecamatan Raas, merupakan bagian dari kawasan kepulauan yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan ekonomi maritim. Pengembangan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Melalui sinergi antara masyarakat nelayan, pemerintah desa, PT Artaloka Wisala dan PT Sumber Rejeki Energy, program ini diarahkan menjadi langkah konkret menuju: “ENERGI MANDIRI — NELAYAN PRODUKTIF — EKONOMI PESISIR KUAT.”
Dari Desa Jungkat, energi matahari diharapkan tidak hanya menjadi sumber listrik, tetapi menjadi energi penggerak kebangkitan ekonomi maritim masyarakat kepulauan Sumenep.

