Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia (UI) menggelar pelatihan budidaya ikan nila air payau bagi warga Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, untuk menghadirkan alternatif usaha perikanan yang adaptif terhadap kondisi pesisir dan perubahan lingkungan.
“Budidaya ikan nila air payau menjadi solusi untuk membantu masyarakat pesisir memperoleh sumber penghasilan alternatif ketika aktivitas melaut terkendala cuaca,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Dr. Filia di Jakarta, Selasa (28/7).
Dia mengatakan saat ini, nelayan menghadapi tantangan yang semakin besar akibat perubahan kondisi lingkungan. Maka dari itu, budidaya ikan nila air payau dapat menjadi alternatif usaha yang berkelanjutan.
Melalui pelatihan tersebut, pihaknya memperkenalkan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi Pulau Pramuka, mulai dari pengaturan salinitas, kepadatan tebar, manajemen pakan hingga pemantauan kualitas air agar hasil budidaya lebih optimal.
Filia menjelaskan ikan nila yang dibudidayakan di air payau memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, dengan masa panen sekitar tiga hingga empat bulan. Selain itu, ikan tersebut juga memiliki cita rasa yang lebih gurih dibandingkan nila air tawar.
Dia pun menegaskan tim pengabdian masyarakat UI terus mengembangkan model budidaya ikan nila air payau berbasis media galon, yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir Pulau Pramuka.
Dalam melakukan pelatihan dan pendampingan kepada peserta, pihaknya melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam bidang perikanan dan kelautan Dedy Yaniharto bersama dengan peneliti dan mahasiswa dan alumni UI.
Pelatihan itu diikuti oleh warga Pulau Pramuka, Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari, serta pengurus RT. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan teknik budidaya ikan nila salin menggunakan media galon sebagai solusi bagi wilayah dengan lahan terbatas.
Sementara itu, Ketua RT 03/05 Pulau Pramuka Nurlela menilai inovasi budidaya ikan nila air payau dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi Universitas Indonesia yang telah memberikan pelatihan kepada warga. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan, sehingga masyarakat memiliki alternatif usaha perikanan, terutama saat musim angin, ketika nelayan tidak dapat melaut,” ungkap Nurlela. ham

