Pandanganrakyat.com – Tim Kepolisian Daerah Jawa Timur menemukan sejumlah bahan kimia saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden ledakan di Masjid Raya Pesona, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kapolda Jatim, Nanang Avianto, menyatakan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru guna memastikan hasil yang akurat. Hal ini menyusul adanya dugaan keterlibatan zat kimia dalam peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pengumpulan barang bukti membutuhkan peralatan khusus karena berkaitan dengan material kimia, sehingga prosesnya harus dilakukan dengan ketelitian tinggi.

Dalam penanganan kasus ini, tim gabungan yang terdiri dari penjinak bom (Jibom), Laboratorium Forensik Polri, serta satuan reserse kriminal umum turut dilibatkan untuk melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kepolisian tetap berupaya mengungkap penyebab pasti ledakan dengan mengikuti prosedur penyelidikan yang berlaku. Aparat juga telah melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi untuk mencegah masyarakat mendekat.

Selain itu, petugas telah mengamankan berbagai barang di sekitar lokasi sebagai barang bukti, meskipun detailnya belum dapat dipublikasikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat, termasuk pengurus RT dan RW.

Dalam upaya mengungkap penyebab ledakan, penyidik turut mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar masjid yang diharapkan dapat memberikan petunjuk tambahan.

Nanang mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami temuan cairan dalam jerigen serta dugaan sumber ledakan yang berasal dari sebuah lemari besi di dalam masjid.

Sebelumnya, ledakan terjadi saat pelaksanaan salat tarawih pada Senin malam (16/3/2026) di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency, Patrang. Insiden tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan jamaah.

Akibat ledakan tersebut, satu orang jamaah mengalami gangguan pendengaran dan harus mendapatkan perawatan di RSD dr Soebandi Jember. Selain itu, sejumlah bagian bangunan masjid, seperti plafon, ventilasi, dan lemari, mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti ledakan sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya unsur berbahaya lainnya di lokasi kejadian.