Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis ekonomi Indonesia pada 2027 akan tumbuh lebih tinggi dari tahun ini.
Pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar 5,1 hingga 5,9 persen.
Usulan ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada APBN 2026 sebesar 4,9 sampai 5,7 persen.
Hingga kuartal I 2026, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencapai 5,61 persen.
Perry meyakini pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih tinggi dengan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor yang meningkat serta upaya-upaya mendorong investasi.
“Kami melihat bahwa 2027 pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih tinggi. Perkiraan kita 5,1-5,9 persen. Tapi mendengarkan dari Pak Menteri Keuangan dan Pak Kepala Bappenas, kami yakin bahwa itu akan lebih ke batas atas kisaran,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dia membeberkan, setidaknya terdapat tiga faktor yang akan mendorong ekonomi nasional tumbuh lebih tinggi pada 2027.
Pertama, kebijakan fiskal yang akan fokus mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan sosial. Tentunya, kebijakan ini akan tetap dijalankan dengan defisit anggaran yang terkendali melalui efisiensi dan realokasi anggaran yang lebih produktif. “Pro-growth pro-welfarenya itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Perry.
Kedua, Perry memperkirakan ekonomi akan tumbuh lebih tinggi karena pada tahun depan pemerintah masih terus menjalankan program prioritas nasional mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga program hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam.
Ketiga, ke depannya BI juga akan mempererat koordinasi dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, Perry memperkirakan prospek ekonomi global akan membaik seiring dengan gejolak global yang akan mereda.
“Persepsi risiko investasi diharapkan akan membaik dan karenanya mendorong portofolio yang sekarang baik,” tuturnya. Selain pertumbuhan ekonomi, BI juga mengusulkan target nilai tukar rupiah untuk RAPBN 2027 sebesar Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat.
Usulan ini tidak mengalami perubahan dari APBN 2026. Sementara untuk inflasi, bank sentral tetap mengusulkan di kisaran yang sama yakni 1,5 sampai 3,5 persen. ham

