Jombang, PANDANGANRAKYAT.COM — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada Selasa (21/4/2026) malam. Ribuan jemaah, santri, masyarakat umum, hingga para alumni tumpah ruah memadati Halaman Kantor Yayasan PP. Bahrul Ulum untuk menghadiri peringatan Haul ke-19 Almaghfurlah KH. Amanullah Abdurrahim.

Acara haul agung yang digelar rutin setiap tahun ini menjadi momen penting bagi keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum dan masyarakat luas untuk mengenang jasa, keteladanan, serta kiprah dakwah KH. Amanullah Abdurrahim semasa hidupnya. Rangkaian acara pada malam ini difokuskan pada majelis dzikir, pembacaan tahlil, dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh para kiai dan masyayikh pesantren.

Tidak hanya dihadiri langsung oleh jemaah di Jombang, kemeriahan dan kekhusyukan acara ini juga menjangkau alumni dari berbagai daerah. Pihak panitia memfasilitasi siaran langsung (live streaming) prosesi tahlil dan doa melalui kanal YouTube ANNAJIYAH 2 MEDIA. Kehadiran ruang virtual ini memungkinkan para santri dan muhibbin (pecinta ulama) yang berada di luar daerah hingga luar negeri untuk tetap “ngalap berkah” dan mengikuti rangkaian acara secara utuh.

Sosok Almaghfurlah KH. Amanullah Abdurrahim sendiri merupakan salah satu ulama kharismatik dan pilar penting dalam perkembangan pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, khususnya sebagai pengasuh PP An-Najiyyah. Selama hidupnya, beliau dikenal sebagai pendidik yang gigih, sabar, dan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah yang kuat kepada ribuan santrinya. Dedikasi beliau telah mencetak banyak tokoh agama dan masyarakat yang kini berkontribusi di berbagai pelosok Nusantara.

Peringatan haul ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan batin dan spiritual antara seorang kiai dan santrinya tidak akan pernah putus meski sang guru telah berpulang belasan tahun lamanya. Lantunan tahlil yang menggema di langit Tambakberas malam ini menjadi wujud mahabbah (cinta) sekaligus doa agar keteladanan beliau terus hidup dalam setiap langkah para penerusnya.

Acara yang berlangsung dengan tertib dan damai ini diakhiri dengan doa penutup untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi agama, bangsa, dan negara.(ai/red)