Banyuwangi, PANDANGANRAKYAT.COM – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang saat ini sedang dibangun memiliki kapasitas sekitar seribu orang siswa untuk SD, SMP dan SMA.

“Saya sudah meninjau progres pembangunannya, dan saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen,” ujar dia di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (8/6).

Ipuk menyampaikan Sekolah Rakyat di Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas sekitar 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi dan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional.

Kawasan pembangunan lembaga pendidikan yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa, dan dilengkapi pula berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

“Sekolah Rakyat yang sedang dibangun ini berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan sekolah rakyat di Banyuwangi sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin, dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar,” kata Bupati Ipuk.

Adapun fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, SMA masing-masing dua lantai, asrama putra-putri tiap jenjang, serta ruang guru.

Kemudian ada gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur. Lengkap dengan kantin SD, kantin SMP, kantin SMA, dan tersedia pula lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, parkir mobil, parkir motor, gerbang dan lainnya.

Jumlah total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar (rombel) terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan 9 rombel SMA. ham