Jakarta, PANDANGANRAKYAT.COM – Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela meningkat menjadi 1.450 orang pada Minggu (28/6), menurut Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Rodriguez mengatakan lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka, sementara 12.721 orang mengungsi atau terdampak bencana tersebut. Ia juga menyebutkan sebanyak 774 bangunan runtuh akibat gempa.
Rodriguez mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Lebih dari 25.000 personel penyelamat, anggota militer, polisi, tim perlindungan sipil, Palang Merah, serta berbagai organisasi kemanusiaan dikerahkan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban.
Ia menambahkan bahwa sebanyak 2.624 personel penyelamat internasional turut membantu upaya penanganan bencana, didukung oleh 137 anjing pelacak dan 49 kendaraan pendukung.
Pada Sabtu, Rodriguez melaporkan jumlah korban tewas mencapai 1.430 orang dan 3.238 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu dengan selang waktu hanya 39 detik.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, negara bagian Yaracuy, sementara gempa magnitudo 7,2 terjadi sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, yang juga berada di negara bagian Yaracuy, menurut USGS. ham

