Kediri, PANDANGANRAKYAT.COM – Gelaran Dhoho Night Carnival 2026 tak hanya menyuguhkan parade spektakuler bagi ribuan warga, tetapi juga menjadi etalase pembuktian kualitas industri kreatif Kota Kediri.

Busana resmi yang dikenakan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, sukses mencuri perhatian publik hingga menuai pujian langsung dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Di balik kemegahan kostum tersebut, ada sentuhan dingin dua desainer lokal Kediri, Zeti dan Ali Mustafa dari Zalma Boutique, yang dipercaya merancang busana Mbak Wali untuk puncak perayaan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Minggu (26/7/2026) malam.

Zita Anjani menilai penampilan Wali Kota dengan balutan Wastra Tenun Ikat Bandar Kediri menjadi contoh konkret promosi wisata berbasis budaya lokal yang dikemas secara modern.

“Dhoho Night Carnival tahun ini luar biasa. Tampilan Mbak Wali dengan busana khas Tenun Ikat Bandar Kediri sungguh memukau dan anggun. Ini contoh konkret bagaimana tradisi, estetika, dan ekonomi kreatif lokal dikemas megah hingga layak jadi daya tarik pariwisata berkelas nasional,” puji Zita Anjani.

Sang desainer, Zeti, mengungkapkan bahwa busana tersebut mengandung pesan filosofi yang mendalam.

Konsep dasarnya terinspirasi dari keagungan sejarah Kerajaan Kediri yang dipadukan dengan material kebanggaan daerah.

“Proses kreatifnya terinspirasi langsung dari kejayaan sejarah Kerajaan Kediri. Kami ingin memadukan unsur keagungan sejarah tersebut dengan material khas kebanggaan daerah, yaitu Tenun Ikat Bandar Kediri,” terang Zeti.

Melalui ajang DNC, pihaknya berharap Tenun Ikat Bandar Kediri makin dikenal luas, tak sekadar sebagai identitas budaya, melainkan juga produk ekonomi kreatif unggulan yang bernilai jual tinggi.

Di balik hasil yang megah, Zeti mengaku proses pengerjaannya menyimpan tantangan teknis tersendiri. Tim Zalma Boutique harus menggenjot produksi hingga selesai hanya dalam waktu empat hari.

Selain kejar tayang, busana dirancang khusus agar tetap memancarkan pendar glamor di bawah sorotan lampu malam tanpa mengabaikan kenyamanan pemakainya.

“Busana ini harus tetap terlihat megah di bawah pendar lampu parade, tetapi di sisi lain juga harus fleksibel, nyaman, serta mudah dipakai dan dilepas agar Mbak Wali tetap leluasa berinteraksi menyapa warga sepanjang rute parade,” jelasnya.

Rasa lelah tim desainer terbayar tuntas saat melihat karya lokal Kediri tersebut melenggang anggun di panggung DNC dan mendapat apresiasi luas dari panggung nasional. ham