Kediri, PANDANGANRAKYAT.COM – Peluang Bandar Udara Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebagai pintu keberangkatan dan kepulangan jemaah haji semakin terbuka lebar. Pemerintah Arab Saudi menyatakan tertarik memanfaatkan bandar udara tersebut untuk layanan jemaah haji.

Bahkan, dalam waktu dekat, Pemerintah Arab Saudi akan mengirimkan tim untuk meninjau kesiapan fasilitas dan operasional bandar udara tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (15/7/2026), Kamis (16/7/2026).

Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan, Pemerintah Indonesia telah membahas rencana pemanfaatan Bandar Udara Dhoho bersama Menteri Transportasi Arab Saudi. Hasil pembahasan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan Pemerintah Arab Saudi untuk menjadikan bandar udara ini sebagai salah satu titik layanan penerbangan haji dan umrah.

“Dua hari lalu kami telah berbicara dengan Menteri Transportasi Arab Saudi. Mereka memiliki ketertarikan untuk memanfaatkan Bandar Udara Dhoho,” tegas Dudy.

Apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, kata Dudy, Bandar Udara Dhoho diproyeksikan mulai melayani keberangkatan jemaah haji dan umrah pada tahun depan. Kehadiran bandar udara tersebut juga akan menambah pilihan embarkasi haji di Jawa Timur selain Embarkasi Surabaya.

Pemerintah Arab Saudi dijadwalkan mengirimkan tim untuk melakukan penjajakan dan menilai kesiapan Bandar Udara Dhoho sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan khusus haji dan umrah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengoperasian Bandar Udara Dhoho akan memberikan kemudahan bagi jemaah haji, terutama yang berasal dari kawasan Mataraman, karena jarak menuju embarkasi menjadi lebih dekat.

“Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Haji, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, dan seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” kata Khofifah.

Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jemaah haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.

Khofifah menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan Bandar Udara Dhoho sejak lama sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji di Jawa Timur. ham