Tulungagung, PANDANGANRAKYAT.COM – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menggelar eksperimen sosial dengan menghadirkan orang dengan HIV/AIDS untuk menguji respons masyarakat terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) di kawasan Car Free Day (CFD) Tulungagung, Minggu (9/8).
Eksperimen dilakukan dengan mengamati respons warga ketika berinteraksi dan memberikan dukungan kepada seseorang yang diperkenalkan dalam konteks sebagai ODHA.
Sekretaris KPAD Kabupaten Tulungagung Ifada Nur Rohmania mengatakan, eksperimen tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung sejauh mana stigma terhadap ODHA masih muncul di tengah masyarakat.
“Kami memang memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat yang beraktivitas pada akhir pekan di CFD Tulungagung,” kata Ifada.
Dalam kegiatan tersebut, tim KPAD tidak hanya membagikan brosur edukasi dan bunga mawar. Petugas juga mengamati interaksi warga melalui eksperimen sosial yang dilakukan di ruang publik.
Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar warga tidak ragu mendekat, berinteraksi, hingga memberikan dukungan moral.
Respons tersebut menjadi gambaran positif terhadap penerimaan masyarakat terhadap ODHA.
“Secara umum respons masyarakat sangat bagus dan mau memberikan dukungan kepada ODHA, meskipun ada sebagian kecil yang enggan mendekat,” ujarnya.
Menurut Ifada, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KPAD dalam menjalankan program edukasi HIV/AIDS.
Respons positif masyarakat menunjukkan edukasi mengenai HIV/AIDS perlu terus dilakukan secara langsung dan dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
KPAD juga mencatat masih adanya sebagian kecil masyarakat yang memilih menjaga jarak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stigma terhadap ODHA belum sepenuhnya hilang sehingga edukasi publik tetap diperlukan.
“Ini menjadi instrumen penting bagi kami untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi yang selama ini dijalankan,” katanya.
KPAD Tulungagung selama ini menjalankan edukasi keliling atau informasi keliling (Infoling) dengan menyasar ruang-ruang publik.
CFD dipilih karena menjadi salah satu lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi pada akhir pekan.
Melalui pendekatan tersebut, edukasi tidak hanya menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS, tetapi juga mendorong masyarakat membedakan antara risiko penularan HIV dengan interaksi sosial sehari-hari bersama ODHA.
KPAD berharap pendekatan edukasi langsung tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi perlakuan diskriminatif terhadap ODHA. ham

